Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYKyai Sholihin: Orang Beriman itu Susah Senang tetap 4S

Kyai Sholihin: Orang Beriman itu Susah Senang tetap 4S

MUDIPAT.CO – Mengawali Kajian tafsir kali ini Dr. K. H. M. Sholihin, MPSDM mengingatkan kembali untuk selalu menjadi orang yang bersyukur, Jumat (4/8/2023).

Di hadapan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya, Kyai Sholihin, panggilan akrabnya bertanya apakah kita semua termasuk orang yang pandai bersyukur?

Ciri orang yang pandai bersyukur menurutnya, apabila senang maupun sedih tetap mengucap Alhamdulillah. “Senang, sedih, syukur, sukses. Jadi 4S, itulah kuncinya,” tegasnya.

Ia juga menambahkan puncak keimanan seseorang adalah ketika mendapat kesedihan mengucap Alhamdulillah. Bukan hanya diucapkan dengan lisan saja tapi juga diyakini atau diresapi dari hati dan pikiran.

“Orang-orang seperti inilah yang selalu meyakini bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Sesudah kesedihan pasti ada kebahagiaan. Karena pada dasarnya, senang dan sedih datangnya dari Allah. Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al Insyirah, “Fainnama’al ‘usri yusro. Inna ma’al ‘usri yusra,” ujarnya.

Ustadz Sholihin pun melanjutkan kajian tafsir, mengupas Surat Al Maidah ayat 38. “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Ia menjelaskan bahwa mencuri adalah perbuatan yang merusak iman. Karena itu hukuman bagi orang yang mencuri itu berat, dengan dipotong tangannya. Perbuatan mencuri, meski dilakukan secara sembunyi, pasti akan diketahui orang lain.

Hal itu sudah menjadi sunatullah. Tiap kebaikan maupun kejelekan pasti akan diketahui orang lain. Orang jawa mengistilahkan ‘becik ketitik ala ketara.’ “Perbuatan mencuri itu adalah kebiasaan, maka harus diubah atau dihilangkan, meski sulit,” jelasnya. (Muhimmatul Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular