Sunday, May 19, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYUstadz Sholihin Sampaikan 4 Muara Pendidikan Islam, Begini Penjelasannya!

Ustadz Sholihin Sampaikan 4 Muara Pendidikan Islam, Begini Penjelasannya!

MUDIPAT.CO – Kajian tafsir kali ini mengupas tentang Surat Al Maidah ayat 22. Kajian ini diasuh oleh Wakil Ketua PWM Jatim Dr. H. M. Sholihin, S.Ag., MPSDM. Kajian diikuti seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), di Masjid KH Ahmad Dahlan, Jumat (10/2/2023). Sebelumnya, Ustadz membacakan terjemahan dari ayat 22 tersebut.

“Mereka berkata: Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk.”

Ayat ini menurut Ustadz Sholihin mengisyaratkan bahwa dalam berdakwah pasti ada rintangan dan tantangan. Namun kita harus yakin bahwa akan selalu ada pertolongan dari Allah. “Dalam menyebarkan kebenaran, pasti ada orang yang tidak senang. Kita tidak boleh takut, karena Allah akan memberi pertolongan dan perlindungan,” tegasnya.

“Seperti menjadi guru adalah bagian dari dakwah amar makruf nahi munkar. Mengajak pada kebaikan dan menjauhi kemunkaran, merubah yang belum baik menjadi baik” lanjutnya.

Ia pun menambahkan konsep pendidikan yang dibangun dalam Muhammadiyah berdasar pada konsep pendidikan Islam. Muara pendidikan Islam sendiri terdiri dari empat. Yaitu pertama tilawah. Tilawah berarti membaca, bisa juga berarti cerdas secara logika atau intelektual.

Dalam hal ini ia memisalkan anak-anak diajak berpikir secara logis dan filosofis. Orang yang tidak bisa berpikir logis, biasanya cenderung tekstual. Mereka tidak bisa membaca fenomena atau gejala-gejala.

“Sebagai seorang guru harus bisa membaca gejala yang terjadi pada anak didik. Sehingga dalam mengajar tidak hanya text book atau tekstual, tapi kontekstual,”ungkapnya.

Kedua adalah tazkiya, kebersihan jiwa/hati. Menurutnya, guru yang ketika mengajar tidak didasari niat ikhlas pasti ilmunya tidak akan bertahan lama. Bagaimana bisa mendapat hati yg bersih? Itu tergantung niat. Niat ikhlas hanya pada Allah.

“Problematika masalah hati banyak, misalnya marah, tidak jujur, tidak bersyukur, tidak ikhlas, dan masih banyak lagi. Maka sesunggunya tugas guru itu ada 3 yaitu, administrasi, memotivasi, inspirasi. Nah, sudah sampai ditahap mana kita sebagai guru?” tambahnya.

Ketiga adalah ta’lim. Ta’lim atau juga bisa Al hikmah artinya bijaksana. Orang yang bijaksana adalah orang yang sadar mana yang seharusnya dikerjakan dan mana yang harus ditinggalkan.Ta’lim ini adalah kecerdasan secara batin. Belajar dari pengalaman maupun lingkungan.

Keempat adalah tauhid. Semua bermuara pada Allah. “Apapun yang kita lakukan tujuanya hanya Allah. Laa ilaaha illallah,”tegasnya. (Muhimmatul Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular