Tuesday, June 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYSemakin Lupa Allah Semakin Dilupakan Allah, Ingatlah!

Semakin Lupa Allah Semakin Dilupakan Allah, Ingatlah!

MUDIPAT.CO – “Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain.” Demikian terjemahan dari surat Al Maidah ayat 20 yang dikupas pada kajian rutin guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), yang diasuh oleh Dr.H.M.Sholihin, S.Ag., MPSD, Jumat (26/1/2023).

Ayat ini diawalai kata ‘ingatlah’ menandakan bahwa setelah kata ini pastilah suatu hal yang penting, demikian ulasan Ustadz Sholihin. Menurutnya, kata ingatlah mengisyaratkan bahwa Allah mengingatkan manusia. Sebab, sesungguhnya sifat manusia tempatnya salah dan lupa. Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW, Al insanu mahallul khata’ wan nisyan. Manusia itu tempatnya salah dan lupa.

Lebih lanjut Ustadz Sholihin menjabarkan hadits ini bukan berarti memaklumi kita berbuat salah. Namun anjuran agar kita hati-hati jangan sampai berbuat salah, apalagi lupa kepada Allah. “Termasuk anjuran agar kita bersungguh-sungguh dalam beragama,” ujarnya.

Bagaimana supaya tidak lupa dan selalu ingat kepada Allah? Ia pun memberi penjelasan apabila kita gampang lupa, maka ucapkan istighfar. “Semakin kita banyak ingat kepaada Allah, semakin banyak Allah ingat kepada kita,” jelasnya.

Menurutnya, ayat ini sebenarnya ditujukan pada Nabi Musa, tapi sesungguhnya juga ditujukan untuk seluruh umat manusia. Mengapa manusia disuruh ingat pada Allah? “Agar manusia bersyukur,” jawabnya.

Ia pun melanjutkan, mengapa manusia itu tidak bisa bersyukur? Karena manusia lupa dan tidak sadar bahwa Allah sudah memberi nikmat yang amat banyak. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan Islam.

“Dengan nikmat iman, maka kita semakin yakin, percaya, dan rajin dalam menjalankan agama. Ibaratnya sebuah pohon iman itu akarnya, islam adalah pohonya, sedangkan buahnya adalah akhlak,” jelasnya. (Muhimmatul Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular