SD Muhammadiyah 4 Surabaya Peringati Tahun Baru Islam, Pemateri Sampaikan 5 Kunci Hijrah Sukses

76
Ust. Maliki saat menyampaikan materi di kelas 3 dan 4. (Zidan/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya menyambut tahun baru Islam: 1 Muharram 1444 H yang tatuh pada Sabtu, 30 Juli 2022 dengan suka cita. Sekolah Teladan Nasional ini menyambutnya dengan kegiatan Semarak Tahun Baru Islam 1444 H.

Kepala Urusan (Kaur) Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Ustadz Luqman Nuryadin SPdI pada sambutannya di kelas 3 menyampaikan agar siswa Mudipat menyambut hijriyah dengan penuh semangat. Ia berpesan tahun baru harus banyak kebaikan baru yang diperbuat siswa siswi Mudipat.

“Anak-anakku, pada tahun baru ini kita harus lebih baik. Kalian sudah belajar offline maka dalam belajar akhlaknya harus lebih baik,” katanya.

Dilanjutkan, yang kedua karena anak-anak Mudipat harus tangguh-tangguh, selalu mendekat kepada Allah agar virus covid-19 segera pergi. Menjadikan covid-19 sudah tidak mau menyerang manusia lagi lantaran manusia sudah kuat-kuat.

“Makanya kalau siswa Mudipat bersemangat belajar, menjaga Kesehatan, maka kata korona: Aku tak mau mengenai anak-anak Mudipat lagi ah,” begitu contohnya.

Yang ketiga menurutnya harus lebih baik dari segi akademiknya. “Nilainya harus bagus. Caranya belajar dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah,” tegas Ust. Luqman.

Adapun materi Momentum Muharram 1444 H Momentum Generasi Ceria disampaikan oleh Ustadz Maliki, S.Th., M.Pd. dengan sangat baik. Dikatakan anak-anak Mudipat kalau mau hijrah menjadi lebih baik wajib punya 5 karakter berikut.

“Pertama cerdas, kedua empati, ketiga religius, keempat inovatif, kelima akselerasi atau percepatan,” terangnya.

Dia lantas menegaskan ciri anak religius itu mau beribadah tanpa disuruh. Kemudian bersemangat menjadi anak sholih sholihah dan berjiwa akselerasi atau percepatan.

Apa percepatan itu? Yakni senang pada tantangan baru, berdamai dengan realita, belajar dari pengalaman, berorientasi pada keberhasilan, dan bertanggungjawab pada pribadi,” jelas Ust. Maliki yang juga Pengurus Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kenjeran, Surabaya itu.

Kegiatan Semarak Tahun baru Islam 1444 H itu diisi dengan berkisah atau mendongeng di kelas satu dan dua, kemudian tausiyah di kelas tiga sampai enam. Kegiatan digelar Rabu-Kamis, 27-28 Juli 2022.

Hari pertama kelas satu di masjid dengan tajuk Berkisah Islami bersama Ustdzah Ika, Kelas 2 di Auditorium TMB dengan tajuk Berkisah Islami bersama Ust Sulthon.

Adapun hari kedua, Kamis, 28 Juli 2022 tausiyah untuk kelas 3 dan kelas 4 di Auditorium TMB di waktu yang berbeda atau bergiliran dengan materi: Momentum Muharram 1444 H Momentum Generasi Ceria bersama Ustadz Maliki MPd.

Untuk kelas 5 dan kelas 6 di Gedung ADP lt 6 juga dengan tajuk hijrahnya Nabi Muhammadiyah SAW sebagai penanda awal tahun Hijriyah.

Sejarah Singkat Tahun Baru Islam

Dalam penjelasannya Ust. Maliki membeberkan bahwa perayaan Tahun Baru Hijriah merupakan salah satu agenda penting dengan beragam sejarah didalamnya. Tahun baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram sekaligus memperingati peristiwa Hijrah saat Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya bermigrasi dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M.

Kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi, kalender Hijriah menggunakan perhitungan orbit bulan pada bumi, karenanya disebut dengan kalender lunar. Sedangkan kalender Masehi menggunakan perhitungan pergerakan matahari, karenanya disebut dengan kalender solar. 

Kalender Hijriah maupun Masehi memiliki jumlah bulan yang sama, pada kalender Hijriah sendiri memiliki dua belas bulan dengan nama-nama bulan sebagai berikut: Muharram, Shafar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Zulqaidah, dan Zulhijjah.

Awal mula adanya kalender Hijriah adalah pada era kepemimpinan Umar bin Khattab, Umar berdiskusi dengan sahabat Nabi lainnya untuk memilih diantara tiga peristiwa penting sebagai penanda awal tahun Hijriah (Kalender Islam).

Tiga peristiwa itu diantaranya adalah hari dan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, wafat Nabi Muhammad SAW, atau Hijrah dari Mekah ke Madinah. Para sahabat sepakat menggunakan tanggal Hijrah Nabi dari Mekah ke Madinah. Hijrah ke Madinah adalah titik balik dalam sejarah Islam, menandai awal dari negara Muslim. (mul)