Monday, May 20, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYOCA Kelas III Wisata Kampung Coklat Blitar

OCA Kelas III Wisata Kampung Coklat Blitar

MUDIPAT.CO – Kelas III SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya menyelenggarakan kegiatan Outing Class Activity (OCA), yang dikemas secara secara hybrid, online-offline. OCA merupakan pembelajaran di luar kelas yang bertujuan agar menumbuhkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar. Sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh dengan pembelajaran di kelas.

Dewan Guru Kelas III saat Wisata Edukasi Kampung Coklat Blitar. (humasmudipat)

Tujuan OCA Kelas III kali ini adalah Wisata Edukasi Kampung Coklat Blitar Jawa Timur. Materi OCA tentang Perkembangan Teknologi Pangan sesuai dengan pembelajaran Tematik Tema 7. Bagaimana mengolah biji kakao menjadi coklat, menjadi makanan atau minuman yang siap dikonsumsi.

Koordinator Kelas III, Erni Muharomah, S.Pd., menjelaskan selain bertujuan untuk refresing OCA juga bertujuan agar siswa dapat memperoleh pembelajaran yang bermakna. “Tidak melulu siswa belajar teori di dalam kelas, tetapi mereka diajak untuk langsung praktek di lapangan,” ucapnya.

Lebih lanjut Ustadzah Erni, panggilan kesehariannya mengatakan jika di masa normal semua siswa bersama-sama bisa ikut OCA secara langsung, namun karena masih pandemi OCA kali ini berlangsung secara hybrid. “Semua guru kelas III melakukan kegiatan pengambilan video pada hari Selasa, 1 Maret 2022 dengan datang langsung ke Wisata Kampung Coklat di Blitar. Kemudian video ditayangkan melalui zoom untuk siswa pada Jumat, 18 Maret 2022,” jelasnya.

Materi inti OCA Kelas III adalah tentang teknologi pangan, bagaimana mengolah biji kakao menjadi makanan dan minuman yang siap dikonsumsi. Guide leader dari Wisata Kampung Coklat, Mas Rahman menjabarkan ada beberapa tahapan dalam pengolahan dari kakao agar menjadi produk siap makan dan jual.

Pertama, tahap pembibitan. Pada tahap ini Mas Rahman menjelaskan cara menanam biji kakao dan bagaimana tanaman kakao bisa tumbuh subur. Menurutnya yang harus dipersiapkan awal adalah media, yaitu tanah, pasir, dan kompos. Dengan perbandingan 3 banding 2 banding 1. “Maksudnya jika media tanah 3 takaran, maka diperlukan media pasir 2 takaran, dan kompos 1 takaran. Kemudian dicampur menjadi satu,” jelasnya.

Selanjutnya, pria asli Bojonegoro ini juga menjelaskan sebelum biji ditanam, biji harus direndam selama sehari semalam sampai tumbuh calon akar. Cara menanamnya, calon akar berada di bagian bawah. Biji tunas ditanam/ditutup separuh saja sebab jika tertutup semua akan membusuk. “Itulah bedanya menanam kakao dan tumbuhan yang lain. Ada cara khusus, sebab tanaman kakao ini sangat sensitif,” terangnya.

Pada saat pembibitan menurutnya, tanaman perlu disiram sehari dua kali. Selain itu, cahaya juga perlu diatur dengan baik, sehingga saat pembibitan memakai rumah kaca/plastik. Sebab jika terkena cahaya matahari secara langsung, pertumbuhan tanaman tidak bagus. “Nah, sekitar dua bulan bibit siap ditanam,” jelasnya.

Kedua, tahap pemeliharaan tanaman. Kakao lebih bagus ditanam dengan cara tumpang sari, ada tanaman lain yang ditanam. Seperti mangga, nangka, pisang, dan lain-lain, termasuk ada kolam ikan di sekitar pohon kakao. “Tanaman lain berguna untuk menopang tanaman kakao. Sedangkan kolam ikan ini berguna agar suhu tidak terlalu panas, ini sangat membantu kestabilan pertumbuahan kakao,” ucap Mas Rahman.

Lebih lanjut ia menjelaskan cara memetik kakao. Menurutnya, memetik buah kakao tidak boleh sembarangan, harus menggunakan benda tajam, seperti gunting buah, pisau, golok atau lainya. Buah kakao tidak boleh dipetik dengan ditarik, dipukul, atau diputar. Hal itu akan merusak batang pohon, sehingga tidak bisa berbunga lagi.

Selanjutnya ia juga menyontohkan bagaimana cara membuka buah kakao. Membuka buah kakao tidak boleh menggunakan benda tajam. Sebab jika biji terkena benda tajam tersebut, biji akan busuk dan tidak bisa diolah menjadi coklat. “Caranya dengan ditumbukkan ke lantai atau ke tanah sampai terbuka dan biji siap diambil,” ucapnya sambil mengajak Ustadz-Ustadzah mempraktekkan.

Ketiga, tahap penjemuran. Biji kakao dijemur di tempat yang luas dengan bantuan sinar matahari. Menurut Mas Rahman, penjemuran tidak boleh secara langsung, jadi penjemuran menggunakan area yang atapnya diberi plastik/ kaca. Dari buah kakao tidak ada yang terbuang, semua bermanfaat. “Batok buah kakao akan dicincang untuk makanan ternak, biji buah yang bagus akan diolah menjadi coklat. Sedangkan biji buah yang kurang bagus akan dibuat makanan ternak,” jelasnya.

Keempat, Pengolahan biji kakao. Biji kakao yang telah kering disortir, yang berkualitas baik siap untuk diolah menjadi coklat. Sedangkan yang berkualitas kurang baik dijadikan pakan ternak. Pengolahan dengan menggunakan alat khusus, terakhir coklat siap dikonsumsi, bisa menjadi permen, minuman, atau lainnya. (Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular