Mudipat Gelar CC Badminton bareng Sony Dwi Kuncoro

43
Sony Dwi Kuncoro sedang melatih siswa Mudipat. (humasmudipat)

MUDIPAT.CO – Untuk mengisi liburan usai penerimaan rapor, SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) menggelar Coaching Clinic Badminton with Sony Dwi Kuncoro (SDK) atlet nasional peraih medali perak Olimpiade Athena 2004, di SDK badminton Hall Surabaya. Coaching Clinic diikuti 60 siswa kelas IV, V dan VI ini sangat menyenangkan sehingga bisa menjadi ajang refresing bagi para siswa.

Kepala SD Mudipat Surabaya, Ustadz M Syaikhul Islam SPd MpdI, Coaching Clinic Badminton merupakan salah satu kegiatan ‘Liburan Bermakna’ karena momentum liburan, setelah para siswa menjalani pembelajaran selama semester I baik pembelajaran secara Daring maupun Hybrid, sehingga banyak mengalami kebosanan maka pihak sekolah menawarkan Program ‘Liburan Bermakna’ kepada orang tua yang tentunya bisa diikuti para siswa.

“Alhamdulillah, antusiasme para siswa luar biasa dan hal ini merupakan hal positif bagi para siswa untuk mengisi liburan dengan Kegiatan Liburan Bermakna,” kata Ustadz Icool-sapaan akrabnya.

Ustadz Icool menjelaskan, mengapa menggelar Coaching Clinic Badminton, karena olah raga badminton merupakan olah raga yang sangat memasyarakat. Dan sebagaimana diketahui banyak atlet andalan Indonesia yang berjaya hingga di tingkat internasional atau tingkat dunia, maka dalam event ini SD Mudipat mengundang Mas Sony yakni mantan peraih medali perak di Olimpiade Athena 2004 dengan sederet prestasi lainnya yang pernah diraih di masa kejayaannya. Semoga para siswa memiliki motivasi dengan didatangkannya langsung atlet yang pernah meraih prestasi di tingkat dunia dan dilatih langsung oleh Mas Sony.

Inilah suasana CC Badminton di SDK. (humasmudipat)

Para siswa diharapkan termotivasi untuk mencintai olah raga badminton dan ada keinginan untuk mencintai olah raga badminton hingga bisa meraih prestasi di tingkat dunia seperti Mas Sony.
Ketika ditanyakan, apakah SD Mudipat Surabaya ada rencana membuka ekstrakurikuler Badminton. Ustadz Icool menjelaskan, coaching clinic badminton ini menjadi test case atau tolok ukur, karena event ini sukses maka ada kemungkinan besar membuka ekstrakurikuler badminton dan bisa direalisasikan pada tahun ajaran baru 2022/2023 mendatang.

“Semoga event ini bisa menjadi sarana refresing bagi para siswa, setelah mengalami kejenuhan akibat Daring. Dan semoga SD Mudipat Surabaya bisa melahirkan atlet badminton yang mendunia serta bisa membawa nama harum Negara Indonesia,” harap Ustadz Icool.

Coaching Clinic Diberikan Agar Bisa Bermain dengan Baik dan Benar
Sementara itu, Sony Dwi Kuncoro mengatakan, SD Mudipat Surabaya meminta dirinya untuk mengenalkan olah raga bulu tangkis kepada para siswa. Bagaimana sih, rasanya main bulu tangkis dan diminta memberikan Coaching Clinic Badminton, sehingga ini tidak bermain badminton asal saja, tetapi benar – benar bermain yang baik dan benar, meski awalnya kesulitan membagi waktu karena kesibukan di Kota Jakarta.

“Ya Alhamdulillah, dari para siswa SD Mudipat Surabaya ini sudah banyak yang ikut club dan sudah menjadi pemain. Jadi ini tidak 100% pengenalan sebab banyak siswa SD Mudipat Surabaya yang telah menjadi pemain. Tetapi materi yang saya berikan ini betul – betul basic atau dari nol, dan para siswa sangat senang dan antusias mengikuti Program Coaching Clinic ini, dan kalau orang tua mengarahkan anak anaknya untuk serius berlatih badminton atau olah raga lainnya. Setidaknya ini Program Liburan dan agar sehat jasmani serta rohani, ya saya berterima kasih karena sudah diberikan kesempatan memberikan coaching clinic dan memberikan fasilitas untuk bermain badminton di Surabaya dan sekitarnya, dan SD Mudipat merupakan salah satu sekolah favorit,” jelas Sony.

Sony menjelaskan, sebenarnya dalam olah raga bulu tangkis ini ada tingkatan – tingkatannya, dan kebanyakan aak – anak baru belajar semua jadi takutnya kalau harus diberikan pelajaran yang berat, seperti smash keras bisa pusing maka dalam coaching clinic ini hanya diberikan pengenalan, serta dasar – dasarnya saja. Seperti cara memegang raket yang benar dan cara serve yang betul.

Sony juga mengedukasi para siswa cara pegang raket yang benar itu bagaimana agar efisien, jadi ketika memukul kock ke arah kanan atau ke arah kiri kalau pegangan raketnya betul maka saat memukul tidak akan kesulitan, tetapi prakteknya tidak seperti itu, karena seorang pemain bulu tangkis juga harus mempunyai perasaan dan kesulitan. Dan perasaan dan kesulitan itu harus didapatkan sendiri oleh anak – anak. Bagaimana caranya dapat perasaan dan kesulitan itu, Sony menegaskan, anak – anak harus rutin dan sering latihan.

“Misalnya, bagaimana perasaan bermain dibibir net. Perasaan anak – anak sudah melewati net, ternyata ketika kock dipukul tidak bisa melewati net. Hal – hal seperti itulah yang harus sering dilatih secara rutin agar perasaan bisa tepat. Tapi Alhamdulillah antusiasme anak – anak sangat bagus, dan setelah pengenalan dan latihan dasar kemudian diberikan kesempatan untuk bermain dengan temannya sendiri, supaya bisa merasakan bagaimana rasanya bermain bulu tangkis,” tandas Sony. (mul)