Pemateri: Merdeka Belajar Bukan Berarti Bebas Tidak Membuat Perangkat Pembelajaran

66
Inilah kegiatan The 10th Access Mudipat. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Di penghujung tahun 2021 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) mengadakan The 10th Access (Academic Enlightening Session) bagi guru dengan tema “Professional Teachers Welcome to the Education Digital Era,” Jum’at (31/12/2021). Kegiatan ini langsung dibimbing oleh Drs. H. Muhammad Na’im, M.Pd., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.

Hadir pula memberi sambutan pada kegiatan tersebut Kepala Mudipat M. Syaikhul Islam MHI dan Ketua Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Ngagel M Ridwan MPd.

Kegiatan ini dibagi menjadi 3 sesi. Sesi 1 fokus dengan materi penyiapan pembelajaran yang efektif. Sesi 2 berisi klinik konsultasi perangkat pembelajaran 1, dan pada sesi 3 juga melanjutkan konsultasi perangkat pembelajaran 2.

Inilah kegiatan The 10th Access Mudipat. (mul/mudipat.co)

Pada sesi 1 Pak Na’im menjelaskan evaluasi dimulai kepala sekolah membentuk tim pengembang kurikulum. Apakah kurikulum K-13 masih relevan atau perlu adanya rekayasa kurikulum. Menteri pendidikan sudah memberikan kebebasan terhadap dunia pendidikan dengan merdeka belajar.

Menurutnya merdeka belajar bukan berarti bebas tidak membuat perangkat pembelajaran. Namun merdeka belajar disini berarti merdeka menyiapkan perangkat pembelajaran untuk mengembangkan potensi peserta didik.

“Tim pengembang kurikulum melakukan evaluasi khusus dan program rekayasa kurikulum yakni kurikulum mandiri oleh satuan pendidikan. Melakukan kajian kurikulum 2013, pengembangan karakater misalnya dapat direkayasa dengan mengembangkan karakter yang sesuai dengan ciri khas sekolah kita,” jelasnya.

Selanjutnya mengenai supervisi, hal yang paling penting adalah membuat bagaimana saat supervisi guru merasa bukan sedang disupervisi. Seorang superviser harus bisa memodelkan pembelajaran, sehingga saat melakukan suervisi ada hal yang kurang pas, ia bisa memodelkan bagaimana yang tepat.

Setelah supervisi sebaiknya melakukan Forum Grup Discussion (FGD). Manfaatnya agar dapat memberi masukan tentang kekurangan maupun hal-hal yang perlu diperbaiki.

“Harapanya agar perangkat pembelajaran maupun proses kegiatan dapat berjalan lebih baik,” pungkasnya. (Azizah)