Ustadz Doktor Ini Menguak 5 Pemberian Allah kepada Manusia Makhluk Sempurna

17861
Ustadz Dr Sholihin saat mengisi kajian di Mudipat. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna. Manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya tentu berbeda. Dibanding pepohonan yang juga bisa berkembang biak dan dibanding hewan yang juga bisa beranak-pinak, jelas manusia jauh lebih sempurna.

Sebab manusia dengan kasih sayang Allah SWT diberi akal. Kemampuan berfikir pada diri manusia itulah yang menjadi pembeda bahwa manusia adalah makhluk tersempurna. Manusia juga dapat berbahasa dan saling mengerti. Itulah keesaan Allah SWT.

Pembahsan manusia sempurna juga diutarakan Ustadz Dr H M Sholihin SAg MPSDM pada kajian tafsir Al-Qur’an mingguan di Masjid KH Ahmad Dahlan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Jumat (7/2/2020). Kajian yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan Mudipat ini membahas surat Yunus 10-13.

Menurut mantan kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya itu, semestinya manusia menggunakan akalnya untuk berfikir sesuai fitrahnya. Yaitu mengakui bahwa hanya Allah SWT sebagai Tuhan, Islam sebagai agama yang benar, Muhammad Sebagai Rosul, Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang benar, dan takdir baik buruk yang berlaku di alam ini.

“Semestinya manusia berfikir jernih untuk hal itu (iman kepada ajaran Islam),” tuturnya.

Lebih lanjut Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim itu menguak 5 pemberian Allah SWT kepada manusia. Lima hal itu diberikan kepada manusia sebagai pegangan hidup.

Pertama, manusia diberi akal. Itu untuk mengetahui ajaran Islam yang benar. Akal juga yang membedakan manusia dengan makluk yang lain. Di dunia ini manusia dikatakan sempurna karena akalnya.

“Maka orang yang tidak berakal tidak diberlakukan dosa padanya. Namanya juga tak punya akal. Dia tidak berdosa kalau tidak mengerjakan kebaikan kalau tidak mengerjakan perintah Allah,” jelasnya.

Yang kedua, lanjut Ust. Sholihin, manusia diberikan hati nurani, perasaan. Manusia yang waras itu adalah ketika setelah berbuat dosa hatinya merintih, dalam dadanya berdebar-debar. “Itulah artinya fungsi hati nurani berlaku. Ia mengajak orang untuk berbuat kebajikan.” katanya.

Pemberian Allah yang ketiga adalah Allah SWT memberi rosul kepada setiap umat. Sejak Nabi Adam AS. sampai manusia akhir zaman diberi rosul. Untuk umat akhir zaman diberilah Rosul Muhammad SAW. “Jadi meskipun sekarang Nabi Muhammad sudah meninggal tapi ajarannya masih abadi.” dawuh Dosen UMSurabaya itu.

Pemberian Allah yang keempat adalah manusia diberi kitab suci, ajaran. ajaran Nabi Muhammad SAW ini yang Allah jelaskan dalam Al-Quran bahwa Islam sebagai agama yang diridhai Allah SWT. Al-Quran diturunkan oleh Allah dan Allah sendiri yang menjaganya.

“Allah swt berfirman dalam Al Quran Surat Al-Hijr ayat 9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan adz-Dzikr (al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjaganya,” terang Ust. Sholihin.

Pemberian Allah yang kelima adalah Allah SWT memberi manusia hidayah. Yaitu petunjuk. Dengan hidayah manusia dapat mengetahui dan mengikuti mana yang baik mana yang buruk. “Hidayah ini adalah pemberian Allah yang istimewa. Manusia di dunia ini semua diberi empat hal di atas, namun soal hidayah Allah pilih-pilih,” tegasnya.

Menurutnya hanya manusia yang beriman kepada Allahlah yang imannya teguh sehingga terpancar dalam tindak tanduk dan tutur katanya selalu menghasilkan kebaikan. Maka itulah yang diberi hidayah dalam hidupnya.

Di akhir ceramahnya doktor pengembangan SDM jebolan Unair itu mengajak jama’ah untuk banyak berdoa memohon ampun dan memohon hidayah atau petunjuk kepada Allah SWT. Sarannya, sebelum berdoa biasakan berdzikir dan melafalkan pujian-pujian kepada Allah SWT. Seperti ucapan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan Lailaha illaAllah. (mul)