Saturday, May 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYPertemuan Ilmiah Muhammadiyah Kebencanaan se-Indonesia Digelar di Jogja

Pertemuan Ilmiah Muhammadiyah Kebencanaan se-Indonesia Digelar di Jogja

MUDIPAT.CO – Pertemuan Ilmiah Muhammadiyah Kebencanaan Se-Indonesia diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (30/1/2020). Acara ini merupakan pertemuan ilmiah dari semua praktisi, tidak hanya praktisi kesehatan dan kebencanaan tetapi juga praktisi pendidikan dan semua praktisi Muhammadiyah yang memiliki fokus tentang kesadaran kebencanaan.

Pertemuan ini tidak hanya membahas penanggulan bencana yang akhir-akhir ini melanda negeri kita tetapi juga mengantisipasi sebelum terjadinya bencana dari hulu sampai hilir.

Pertemuan Ilmiah Muhammadiyah Kebencanaan se-Indonesia ini baru pertama kali di adakan oleh MDMC PP Muhammadiyah dan diselenggarakan di Yogyakarta dengan mengangkat tema Menguatkan Sumber Daya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas dan Teknologi.

Budi Setiawan, S.T Ketua MDMC PP Muhammadiyah menjelaskan pentingnya kesadaran bencana tidak hanya berdasarkan kemauan dan keikhlasan individu saja. Tetapi juga harus berbasis komunitas yang ada di setiap lini lapisan masyarakat.

“Khususnya warga Muhammadiyah, hal ini dapat mengurangi resiko korban jika bencana terjadi,” tuturnya.

Hal menarik juga disampaikan oleh Mayjend Prof Dr Syamsul Maarif MSi, Kepala BNPB pertama Indonesia, sekaligus guru besar manajemen bencana Universitas Pertahanan. Menurutnya Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Salah satunya gempa bumi yang sering terjadi di banyak daerah.

“Bisa tidak gedung-gedung itu dindingnya dibangun dari bahan bambu (gedeg bahasa jawa) tetapi memiliki nilai ekstetika yang bagus, karena bambu (gedeg) lebih kuat dibandingan dengan dinding batu bata tehadap ketahanan dari gempa bumi.” jelas Prof. Syamsul.

Pertemuan Ilmiah Muhammadiyah Kebencanaan ini dihadiri oleh perserta dari seluruh Indonesia, termasuk salah satu relawan muhammadiyah dari papua yang sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini yg datang lebih awal dri peserta lainnya.

Dalam menggurangi resiko bencana Muhammadiyah lewat MDMC mencanangkan untuk mendirikan Sekolah/madrasah aman bencana (SMAB), Rumah Sakit aman bencana (RSAB), Masyarakat Tangguh Bencana (MASTANA), dan Kampus aman bencana (PTMAB). (Fimas)

RELATED ARTICLES

Most Popular