Rahasia Dagangan Pudot Siswa Kelas 3 Mudipat yang Habis dalam Lima Menit

639
Suasana bazar kaget di hall lt. 1 SD Mudipat. (erfin/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Meja berjajar di lorong SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Beragam kue, minuman, makanan ringan, hingga bros imut dijajakan. Saat jam istirahat tiba, guru dan siswa mengerumuni dagangan dan habis seketika. Keseruan ini terjadi di Jum’at pagi (9/10/2018) yang melibatkan siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat).

Tampak wajah-wajah kecil berbahagia saat barang dagangan laris terbeli. “Saya jual murah biar laku semua,” ungkap Talitha Jihan, siswa kelas 3C setelah puding sedot (pudot) jualannya terjual kurang dari 5 menit.

Puding sedot warna-warni milik Talitha dibanderol dengan harga dua ribu rupiah saja. “Hanya dua ribu, Nduk?” sahut seorang guru calon pembeli dengan wajah kaget. Tak segan-srgan guru tersebut membeli tiga pudot. Tiga puluh buah pudot pun laris dalam sekejapan mata saja.

Lina Herlina, wali kelas 3C SD Mudipat tampak sibuk mendampingi  kegiatan pagi itu. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja diadakan seluruh wali kelas 3 untuk merealisasikan materi tematik Jual-Beli. Setelah kegiatan ini pun mereka diminta untuk menghitung laba-rugi dagangan. Namun, bukanlah laba yang menjadi tujuan, pembelajaran tentang nilai uang yang ingin disampaikan pada siswa.

“Kita mengadakan kegiatan ini agar anak-anak sadar akan nilai uang. Kalau pembeli membawa uang lima ribu dan membeli dagangan seharga dua ribu berarti tiga ribu rupiah yang harus dikembalikan. itu saja,” tegas ibu dua anak tersebut. (erfin)