Friday, October 30, 2026
spot_imgspot_img
HomeBINA AKHLAK ANANDAWakasek Ustadzah Erfin Sampaikan Pentingnya Bersyukur dan Jadi Orang Peduli di Pembukaan PIK...

Wakasek Ustadzah Erfin Sampaikan Pentingnya Bersyukur dan Jadi Orang Peduli di Pembukaan PIK Kelas 5 dan 6

Suasana khidmat dan penuh antusias menyelimuti pembukaan kegiatan Pemantapan Iman dan Keislaman (PIK) Kelas V-VI di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Kamis, 30 Oktober 2026. Kegiatan yang mengusung tema Generasi Islam Berakhlak Mulia, Unggul Berprestasi ini dirancang untuk membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.

Pesan mendalam tentang pentingnya bersyukur disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah, Erfin Walida Rahmania, S.Pd.I., M.Pd.I., saat membuka kegiatan di Kafilah Putri yang bertempat di Hall Lantai 6 Gedung Ahmad Dahlan Education Center (ADEC) Mudipat.

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan sebuah pepatah hikmah untuk direnungkan para murid.
“Kita tidak pernah tahu nikmatnya sehat kalau tidak pernah sakit. Diberikan kesehatan kita bersyukur, diberikan sakit pun kita tetap bersyukur,” tuturnya.

Beliau mencontohkan sosok Firaun yang dikisahkan tidak pernah sakit seumur hidupnya, sehingga hal tersebut justru menjadikannya sombong dan lupa kepada Allah SWT.
“Lauk paling enak adalah ketika lapar. Maka kalau makan niatnya bukan sekadar kenyang, namun menjadikannya energi untuk beribadah dan beramal sholih,” ujar beliau.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa aktivitas makan bagi seorang Muslim tidak sekadar bertujuan mengisi perut, melainkan sebagai sarana pendukung utama dalam beribadah. Beliau juga mengajarkan kepada para siswa untuk meluruskan niat sebelum makan dengan doa, Ya Allah jadikanlah makanan ini energi untuk ibadah, kemudian dilanjutkan dengan doa makan.

Poin penting berikutnya yang menjadi sorotan dalam pembukaan PIK ini adalah seruan tegas untuk menghentikan segala bentuk perundungan atau bullying. Bu Erfin menegaskan bahwa bullying adalah perbuatan yang dilarang keras oleh agama karena bertentangan dengan perintah Allah SWT untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

“Bullying tidak boleh dilakukan. Perintah Allah adalah amar ma’ruf nahi munkar, mengajak dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran,” tegasnya.
Beliau menjelaskan bahwa dengan menjaga diri dari perilaku bullying, berarti kita telah menjaga lima hal pokok dalam Maqashid Syariah, yaitu:

1. Menjaga agama

2. Menjaga diri / jiwa

3. Menjaga akal

4. Menjaga keturunan / kehormatan

5. Menjaga harta


“Kami berharap anak Mudipat semua dapat meresapi nilai-nilai syukur dan kepedulian yang disampaikan, mengimplementasikannya dalam keseharian di sekolah maupun di rumah, serta tumbuh menjadi generasi Islam yang berakhlak mulia, unggul berprestasi, dan bebas dari tindakan bullying,” pesannya. (Anisa/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular