Menulis cerita bukan hanya tentang merangkai kata, tetapi juga tentang menuangkan imajinasi menjadi sebuah karya. Semangat inilah yang mewarnai hari kedua Pelatihan Menulis SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Selasa (27/10/2026), yang mengajak siswa kelas 5 belajar menulis cerpen dan novel bersama Achmad San, redaktur sastra koran Jawa Pos.
Bertempat di Jenderal Sudirman Theater (JST) Mudipat, kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diikuti oleh siswa kelas 5A hingga 5I. Para siswa didampingi wali kelas serta ustaz dan ustazah yang bertugas selama kegiatan berlangsung.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya menyukseskan rekor MURI SABUKU (Seribu Buku). Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal proses kreatif dalam menulis sekaligus berlatih mengembangkan ide menjadi cerita yang utuh.
Dengan membawa alat tulis masing-masing, para siswa menerima selembar kertas folio bergaris dari ustadz dan ustadzah. Selanjutnya, mereka mengikuti arahan pemateri secara bertahap untuk mulai menyusun cerita. Dari menemukan ide, mengembangkan alur, hingga menuangkan imajinasi ke dalam tulisan, setiap langkah menjadi pengalaman baru bagi siswa untuk mengenal dunia kepenulisan lebih dekat.

Kehadiran kakak Achmad San sebagai pemateri memberikan kesempatan bagi para siswa untuk belajar menulis cerpen dan novel melalui pendampingan langsung dari praktisi sastra. Anak-anak pun diajak memahami bahwa sebuah cerita dapat berawal dari hal-hal sederhana di sekitar mereka, kemudian berkembang menjadi tulisan yang menarik untuk dibaca.
Langkah kecil menulis hari ini diharapkan menjadi awal lahirnya karya-karya hebat dari siswa Mudipat, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan mewujudkan SABUKU: Seribu Buku. (Rizma)


