Dua penghargaan, satu tim, dan enam murid yang membawa semangat belajar hingga ke panggung internasional. Kabar membanggakan itu datang dari SMARTIEST, tim SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat) yang berhasil meraih Gold Medal sekaligus Best Poster dalam ajang World Agriculture, Strategic Innovation & Cooperative Science Competition (WASISC) 2026.
Di antara 170 tim peserta dari 10 negara, SMARTIEST menorehkan pencapaian istimewa pada bidang Social Science. Kompetisi yang berlangsung pada 23–26 Oktober 2026 di SMA Taruna Nusantara Malang ini menjadi panggung bagi keenam murid untuk menunjukkan hasil dari proses belajar, kreativitas, dan kerja sama yang mereka bangun bersama.
WASISC 2026 diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama SMA Taruna Nusantara Malang. Kompetisi ini mempertemukan peserta dari Indonesia, Thailand, India, Malaysia, Vietnam, Belarus, Meksiko, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Korea Selatan. Di tengah keberagaman peserta dan gagasan yang dipresentasikan, SMARTIEST berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus. Bukan hanya medali emas, tetapi juga penghargaan Best Poster yang melengkapi pencapaian mereka.
Berawal dari Gagasan, Berbuah Penghargaan
Di balik dua penghargaan tersebut, ada gagasan yang lahir dari kepedulian terhadap kehidupan anak-anak. SMARTIEST menghadirkan FeelO, sebuah aplikasi pendamping emosi yang dirancang untuk membantu anak mengenali dan mengungkapkan perasaannya, sekaligus membantu orang tua memahami kondisi emosional anak.
Melalui FeelO, keenam murid mengangkat pentingnya mengenali emosi dan membangun komunikasi yang lebih terbuka antara anak dan orang tua. Aplikasi ini mengenalkan enam emosi dasar melalui karakter maskot yang digambar langsung oleh anak-anak pengembangnya.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari karya ilmiah yang mereka bawa ke WASISC 2026. Melalui karya ini, para murid tidak hanya belajar menyusun ide, tetapi juga berusaha menghadirkan solusi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkarya dan berkompetisi di tingkat internasional dapat menjadi ruang bagi murid sekolah dasar untuk mengembangkan kreativitas, keberanian menyampaikan gagasan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Enam Murid, Jadwal Berbeda, Satu Tujuan
Perjalanan menuju panggung kompetisi internasional tentu tidak hanya diisi dengan penyusunan karya dan persiapan presentasi. Ada proses panjang yang menuntut komitmen, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.
SMARTIEST terdiri atas Rasyad Arkan Muhammad dari kelas 5B, Farzan Athariz Dimovich dan Fathir Virendra Lakeswara dari kelas 5F, Divyanisa Oktina Amirah Akbar dan Ananty Faradisa Maheswari dari kelas 5G, serta Khanza Syafiqa Rachman dari kelas 5D.
Enam murid dengan kelas dan jadwal kegiatan yang berbeda harus menemukan waktu untuk berlatih bersama. Menyatukan jadwal latihan menjadi salah satu tantangan tersendiri, terutama karena masing-masing memiliki kegiatan belajar di luar jam sekolah.
Namun, perbedaan jadwal tidak menghentikan langkah mereka. Semangat belajar, kedisiplinan, dan kerja sama menjadi bagian penting yang membantu proses persiapan berjalan lancar. Di sinilah pengalaman mengikuti kompetisi memberikan pelajaran yang lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan.
Mereka belajar bahwa keberhasilan tim tidak hanya bergantung pada kemampuan setiap individu, tetapi juga pada kesediaan untuk saling menyesuaikan diri, menjaga komitmen, dan bergerak menuju tujuan bersama.
Kebanggaan yang Tumbuh dari Sebuah Proses
Kebahagiaan atas pencapaian SMARTIEST juga dirasakan oleh orang tua. Bunda dari Fiqa mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan keenam murid tersebut.
“Alhamdulillah, sebagai orang tua, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih ananda, tim SMARTIEST. Kemenangan ini atas izin Allah, sebagai hasil dari proses, usaha, semangat belajar, serta bimbingan terbaik dari coach dan ustaz-ustazah Mudipat,” ungkapnya.
Bagi orang tua, pencapaian ini tentu menjadi momen yang membahagiakan. Namun, proses yang dijalani anak-anak selama persiapan juga menghadirkan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal mereka untuk tumbuh dan berkembang.
Bunda dari Fiqa turut menceritakan tantangan dalam menyelaraskan jadwal latihan keenam anggota tim. Masing-masing anak memiliki kegiatan belajar yang berbeda di luar jam sekolah sehingga diperlukan pengaturan waktu dan komitmen bersama agar persiapan tetap berjalan dengan baik.
“Meski demikian, berkat semangat, kedisiplinan, dan kerja sama yang baik dari semua pihak, proses latihan bisa berjalan lancar. Di sini, anak-anak juga belajar tentang manajemen waktu dan pentingnya kerja sama tim,” tambahnya.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi yang membanggakan tidak lahir dalam satu malam. Ada proses belajar, dukungan, pendampingan, dan usaha bersama yang mengiringi setiap langkah menuju keberhasilan.
Terus Berprestasi, Tetap Rendah Hati
Raihan Gold Medal dan Best Poster di WASISC 2026 menjadi pencapaian istimewa bagi SMARTIEST sekaligus kebanggaan bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Namun, dua penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan mereka.
Masih banyak kesempatan untuk belajar, mencoba hal baru, dan mengembangkan gagasan yang bermanfaat. Pengalaman berkompetisi di tingkat internasional diharapkan menjadi motivasi bagi keenam murid untuk terus bertumbuh, memperluas wawasan, dan berani menghadapi tantangan berikutnya.
Bunda dari Fiqa pun berharap agar pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi murid-murid lainnya.
“Semoga ke depan anak-anak senantiasa terus semangat belajar, bisa menginspirasi teman-teman yang lain, dan tetap rendah hati dalam berkarya di mana pun,” harapnya.
Kisah SMARTIEST menjadi bukti bahwa prestasi bukan hanya tentang penghargaan yang dibawa pulang, melainkan juga tentang proses yang membentuk karakter. Melalui kerja sama, kedisiplinan, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba, enam murid Mudipat telah menunjukkan bahwa usia sekolah dasar bukanlah penghalang untuk berkarya di tingkat internasional.
Dari gagasan yang mereka kembangkan hingga dua penghargaan yang berhasil diraih, SMARTIEST membawa pulang lebih dari sekadar medali dan predikat terbaik. Mereka membawa pengalaman, pembelajaran, dan inspirasi untuk terus melangkah, berprestasi, serta menghasilkan karya yang bermakna bagi sesama. (Aril/Mul)


