Wednesday, October 21, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYSiswa Kelas 5 Adu Peran Jadi Dokter dan Pasien bersama Native Speaker...

Siswa Kelas 5 Adu Peran Jadi Dokter dan Pasien bersama Native Speaker Kanada

Belajar bahasa Inggris terasa lebih hidup ketika siswa dapat menggunakannya secara langsung dalam percakapan nyata. Pengalaman inilah yang dirasakan siswa kelas 5A hingga 5I SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) melalui kegiatan PENS (Practice English with Native Speaker) di minggu pertama (5–9 Oktober 2026). Bekerja sama dengan PT PLS Mitra Global, kegiatan ini menghadirkan native speaker asal Kanada yang berinteraksi langsung dengan siswa selama jam pelajaran bahasa Inggris di masing-masing kelas. Dua materi yang dipelajari adalah Places (tempat-tempat) dan Health Problems (masalah kesehatan).

Suasana kelas terasa berbeda ketika materi kesehatan mulai dibahas. Siswa tidak hanya mempelajari kosakata dan ungkapan bahasa Inggris, tetapi juga terlibat dalam simulasi menjadi dokter dan pasien. Siswa yang berperan sebagai pasien menyampaikan keluhan, sementara siswa yang menjadi dokter memberikan saran menggunakan bahasa Inggris. Percakapan sederhana seperti menyampaikan rasa sakit, menanyakan kondisi, hingga memberikan rekomendasi pengobatan menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan bahasa Inggris secara kontekstual. Mereka belajar bahwa bahasa bukan sekadar materi yang dihafalkan, melainkan alat untuk berkomunikasi dan menyampaikan gagasan.

Interaksi berlangsung dinamis. Siswa mendapat kesempatan emas untuk berbicara, merespons pertanyaan, dan membangun percakapan secara langsung bersama native speaker. Pengalaman ini juga mendorong mereka untuk lebih berani mencoba, meskipun belum sepenuhnya lancar atau masih melakukan kesalahan.

Valian mengaku senang bisa berbicara langsung dengan native speaker. “Senang sekali bisa ngobrol sama bule. Awalnya saya sedikit gugup, tetapi lama-lama jadi lebih percaya diri dan ingin mencoba berbicara lagi,” ungkapnya antusias.

Melalui PENS, Mudipat berupaya menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang tidak berhenti pada penguasaan kosakata dan tata bahasa. Siswa juga dilatih mengembangkan keterampilan komunikasi, keberanian, dan kemampuan merespons situasi sehari-hari. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemampuan berbahasa tumbuh melalui praktik dan keberanian untuk mencoba. Ketika siswa diberi ruang untuk berbicara tanpa takut salah, setiap percakapan menjadi langkah kecil menuju kepercayaan diri yang lebih besar. (Meiwin)

RELATED ARTICLES

Most Popular