Monday, October 19, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYPra Raker 27/28 Mudipat Usung Tiga Pilar Pusat Keunggulan dan Berdaya Saing...

Pra Raker 27/28 Mudipat Usung Tiga Pilar Pusat Keunggulan dan Berdaya Saing Global

Tantangan global hari ini tidak lagi mampu dihadapi dengan cara-cara kemarin. Di tengah disrupsi teknologi dan perubahan lanskap industri yang bergerak secepat kilat, bertahan saja tidaklah cukup. Kita dituntut untuk terus mengepakkan sayap dan melompat lebih tinggi.

Di Pra Rapat Kerja Tahun Ajaran 2027/2028, SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) membawa misi besar yang terangkum dalam tema utama: “Berkolaborasi, Berinovasi, dan Bertransformasi Menuju Pusat Keunggulan dan Berdaya Saing Global.”

Tema tersebut bukan sekadar slogan semata. Tema itu merupakan roadmap sekaligus komitmen bersama antara pimpinan dan seluruh guru-karyawan SD Muhammadiyah 4 Surabaya, serta menjadi kompas yang akan menentukan arah lembaga di masa depan. Untuk mewujudkannya, ada tiga pilar utama yang harus menjadi barometer bersama.

1. Berkolaborasi

Pusat keunggulan sebuah lembaga pendidikan tidak dibangun oleh individu atau satu divisi yang bekerja sendirian. Perlu meruntuhkan ego dan membangun sinergi.

Kepala Mudipat Ustadz Edy Susanto, M.Pd., menegaskan bahwa era superman sudah lewat, sekarang adalah eranya superteam.

“Pra Raker ini harus menjadi momentum untuk sinergi lintas fungsi, untuk meruntuhkan dinding pembatas antar bagian. Kita perlu membangun komunikasi yang cair dan memadukan kekuatan dari berbagai lini. Raker tahun ini harus menjadi momentum untuk membangun kekuatan kolektif. Sebab kolaborasi yang kuat akan melahirkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta menciptakan daya dorong yang jauh lebih besar untuk mencapai target bersama,” tukas beliau.

2. Berinovasi

Inovasi merupakan napas dari keberlanjutan. Berdaya saing global berarti tidak boleh hanya menjadi pengikut, melainkan harus menjadi trendsetter atau leader di bidang masing-masing.

Inovasi tidak selalu berarti teknologi yang rumit. Justru inovasi dan budaya kreatif dimulai dari cara berpikir yang kritis, memangkas proses yang birokratis, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mencari solusi atas masalah lama dengan cara baru.

“Jangan takut berbeda, ciptakan nilai tambah. Kita harus menciptakan ruang aman bagi ide-ide baru untuk tumbuh dan diuji, tanpa rasa takut akan kegagalan selama itu membawa proses pembelajaran. If you fail to plan, you are planning to fail,” tambahnya.

3. Bertransformasi

Transformasi adalah adaptasi total menuju masa depan. Langkah nyata untuk mengubah potensi menjadi kompetensi. Ini melibatkan perubahan menyeluruh, mulai dari pola pikir atau mindset, budaya kerja, hingga adopsi teknologi.

Lebih lanjut Ustadz Edy menyampaikan bahwa seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Surabaya harus memiliki mentalitas global.

“Untuk berdaya saing global, standar kerja kita juga harus berskala internasional. Kita harus adaptif terhadap digitalisasi dan otomatisasi yang menuntut kecepatan serta akurasi tinggi, serta lincah dan tangguh menghadapi ketidakpastian ekonomi maupun dinamika global,” jelasnya.

Besar harapan bahwa Pra Raker ini bukan sekadar formalitas agenda rutin tahunan. Melainkan menjadi ruang inkubasi dan panggung perumusan strategi konkret. Semoga gagasan yang dibawa, efisiensi yang diusulkan, dan komitmen yang disepakati dalam Pra Raker ini menjadi fondasi kokoh bagi SD Muhammadiyah 4 Surabaya untuk terus menjadi Sekolah Teladan Nasional. (Ali/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular