Sunday, August 23, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYKe SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Tamu SMP Muhammadiyah Jayapura Pelajari Praktik Baik...

Ke SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Tamu SMP Muhammadiyah Jayapura Pelajari Praktik Baik Pengelolaan Sekolah

MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat) terus memperluas jejaring berbagi praktik baik antar sekolah Muhammadiyah. Hal itu terlihat dari kunjungan empat perwakilan SMP Muhammadiyah Jayapura ke Mudipat pada 19–21 Agustus 2026.

Selama tiga hari, rombongan SMP Muhammadiyah Jayapura mempelajari berbagai praktik pengelolaan sekolah, mulai dari pengembangan pembelajaran digital, pengelolaan kelas, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga pengembangan ekstrakurikuler robotik.

Rombongan dipimpin Kepala SMP Muhammadiyah Jayapura Yuli Sulistiyowati, M.Pd, bersama Rahmah Febriana Irianti, S.Pd., Arman, S.Kom., dan Putri Noviar Maharani, S.Pd., MM.

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda studi tiru. Pertemuan antara dua sekolah Muhammadiyah dari Surabaya dan Jayapura itu menjadi ruang pertukaran gagasan untuk memperkuat kualitas pendidikan Muhammadiyah di tengah perubahan zaman.

Pada hari pertama, rombongan diajak mengenal lingkungan Mudipat melalui school tour. Mereka mengunjungi sejumlah fasilitas pendidikan, di antaranya gedung ADEC, laboratorium IPA, perpustakaan, serta berbagai ruang pembelajaran.

Program robotik Mudipat menjadi salah satu perhatian utama rombongan. Ekstrakurikuler tersebut telah mengantarkan siswa Mudipat meraih berbagai prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Belajar Robotik hingga Kelas Digital
Hari kedua diisi dengan sesi berbagi praktik baik. Ustaz Endik Setyawan, S.Si, Sekretaris Kaur SDI sekaligus Penanggung Jawab Ekstrakurikuler Robotik Mudipat, memaparkan strategi pengembangan program robotik di sekolah.

Materi tersebut memberikan gambaran bagaimana robotik tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi.

Sementara itu, Ustaz Fimas Maulana Al Jufri, M.Pd., Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kelas digital. 

Pengalaman Mudipat dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran menjadi salah satu praktik yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.

Sesi berikutnya diisi dengan motivasi dan berbagi pengalaman pengelolaan sekolah bersama Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Ustaz Edy Susanto, M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Edy menekankan tiga fondasi penting dalam pengembangan sekolah, yakni soliditas internal, kolaborasi, dan inovasi.

“Soliditas internal harus dibangun melalui SOP dan kesepakatan yang melibatkan seluruh tim sekolah,” ujarnya.

Edy menuturkan, komunikasi yang sehat juga perlu terus dijaga agar tercipta lingkungan kerja dan pembelajaran yang aman, nyaman, serta saling menghargai.

“Kecepatan mengalahkan kesempurnaan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi dorongan agar sekolah tidak terlalu lama menunggu kondisi ideal untuk melakukan perubahan. Sekolah perlu berani bergerak, mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki diri secara berkelanjutan.

Sekolah Harus Terus Berinovasi

Selain soliditas internal, Edy menilai kolaborasi dan networking memiliki peran penting dalam mempercepat kemajuan sekolah.

“Sekolah tidak dapat berkembang sendirian. Kemitraan dengan sekolah lain, lembaga pendidikan, komunitas, maupun berbagai pihak dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan program,” terangnya.

Di sisi lain, Edy juga menegaskan bahwa inovasi harus menjadi budaya dalam pengelolaan sekolah.

“Sekolah tanpa inovasi itu akan mati,” ujarnya.

Karena itu, imbuh Edy, sekolah Muhammadiyah dituntut terus membaca perubahan zaman dan memahami kebutuhan peserta didik.

“Inovas, bukan sekadar menghadirkan program baru, tetapi memastikan setiap perubahan memberikan dampak nyata bagi kualitas pembelajaran dan perkembangan siswa,” papar pria alumnus Universitas Muhammadiyah Surabaya itu. 

Kunjungan SMP Muhammadiyah Jayapura ke Mudipat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan studi tiru. Pertemuan tersebut menjadi awal bagi terbangunnya kolaborasi dan silaturahmi yang berkelanjutan antarsekolah Muhammadiyah.

Dari Surabaya untuk Jayapura, praktik baik dipertukarkan dan jejaring diperkuat. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mendorong sekolah Muhammadiyah semakin adaptif, inovatif, dan berkemajuan. (elfrin)

RELATED ARTICLES

Most Popular