MUDIPAT.CO – Selesai melakukan pawai berkeliling disekitar lingkungan sekolah, anak-anak sangat bersemangat membagikan 1000 bungkus kurma kepada para pengguna jalan yang sedang melewati depan sekolah SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, mereka mengingatkan kepada orang-orang bahwa bulan Ramadhan yang kita tunggu-tunggu akan segera kita jumpai.
Sambil mereka membagikan kurma, ada 10 siswa siswi yang sedang berorasi, mereka sangat antusias mengingatkan orang-orang untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang gembira, karena kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan.
Seperti yang disampikan oleh siswa kelas 4C yang bernama Mulia Dirgahayu Mahardika, siswa yang akrab disapa Dirga ini menyampaikan bahwa di bulan Ramadhan ada satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan, itu berarti setara dengan ibadah salama lebih dari 83 tahun dan bulan Ramadhan adalah kesempatan terbaik kita untuk mendapatkan lailatul Qadar, untuk mendapatkannya kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, katanya.

Begitu juga orasi yang disampaikan oleh Nadia Azzahra Putri siswi kelas 4C, siswi cantik yang biasa dipanggil Nadia ini menyampikan bahwa kita harus menyambut bulan Ramadhan dengan hati gembira karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, penuh Rahmat dan penuh ampunan, Nadia juga menyampaikan bahwa bulan Ramadhan bukan bulan biasa, ia adalah tamu agung yang datang setahun sekali, karena itu mari kita sambut dengan gembira.
Begitu juga Sarah Aaliyah fanani dari kelas 4D menyampaikan orasi bahwa bulan Ramadhan adalah bulan berbagi, di bulan ini, amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah, untuk itu marilah kita meneladani Nabi Muhammad Saw dengan berbagi makanan buka puasa dan membantu teman yang membutuhkan, menyisihkan sebagian uang jajan untuk bersedekah, kata Sarah.
Begitu juga apa yang disampaikan oleh Muhammad Matta sukoco dari kelas 4A, dalam orasinya dia menyampaikan, banyak orang bersemangat diawal Ramadhan, namun lemah di akhir Ramadhan, padahal yang paling penting adalah bagaimana kita mengakhiri Ramadhan dengan baik, pada hari-hari terakhir mari tambah ibadah, perbanyak do’a, tadarrus, sedekah dan instrospeksi diri katanya.
Bagitu juga apa yang disampaikan oleh Andra Rahma Kusumajaya dari kelas 4F, dia menyampaikan bahwa malam-malam Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga, ada shalat tarawih, witir, tadarrus, do’a dan dzikir, betapa rugi kalau malam Ramadhan hanya dipakai untuk main game, tidur larut tanpa tujuan atau menonton hal yang tidak bermanfaat, marilah kita isi Ramadhan dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah.
Begitu juga yang disampaikan oleh Agatha Djenar Maharani, siswi dari kelas 4B, dia menyampaikan selama puasa kita harus menjaga lisan, kita dilarang berbohong, berkata kasar, mengumpat dan menyakiti perasaan orang lain, puasa kita akan sia-sia jika kita tetap melakukan kebiasaan buruk, orang berpuasa seharusnya lebih tenang, lebih sabar dan lebih bijak kata Djenar.
Ada juga pesan yang disampaikan oleh Farzana Allya Ramadhani dari kelas 4D, siswa yang akrab disapa Fana ini menyampikan bahwa puasa adalah Latihan terbaik untuk mengendalikan diri, selama berpuasa kita tidak hanya menahan lapar dan haus, kita juga belajar menahan diri dari marah, iri, berkata kasar dan berbuat nakal, puasa bukan membuat kita lemah, tapi justru menguatkan mental dan karakter kita, katanya.
Siswi imut yang bernama lengkap Aruna Kinanti Fbrianto atau yang biasa dipanggil Aruna dari kelas 4D juga menyampaikan bahwa bulan Ramadhan disebut juga sebagai Syahrul Qur’an yaitu bulan diturunkannya Al Qur’an, dan pada bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk mendekatkan diri pada Al Qur’an dengan cara membaca, menghafal dan memahami maknanya, semoga Al Qur’an menjadi Cahaya dalam hidup kita kata Aruna.
Ada juga siswa dari kelas 5A yang bernama Ghulam Azmi Ramdhani, siswa yang pandai Qiro’ah ini menyampaikan bahwa ketika kita berpuasa, kita merasakan apa yang dirasakan orang miskin, setiap hari lapar, haus dan sulitnya menjalani hidup, dari sinilah maka akan muncul rasa empati dan bulan Ramadhan ini melatih kita untuk peduli dan peka terhadap keadaan sekitar, memberi makan orang lain, membantu teman yang kesulitan, menghormati guru dan orang tua, semua itu adalah wujud ibadah sosial yang sangat mulia, kata siswa yang akrab dipanggil Azmi ini.
Orasi juga disampaikan oleh siswa yang bernama Lazuardy Arkoun Abqaraya atau biasa dipanggil raya (kelas 4-B), siswa yang pandai melantunkan Adzan ini menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah sebagai titik perubahan diri, Ramadhan bukan sekedar ibadah tahunan, namun bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, Ramadhan mengajarkan kita untuk disiplin, sabar, jujur dan peduli, jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa membawa perubahan, kata Raya dengan suara khasnya yang lantang.
Masya Allah sangat bermakna sekali apa yang telah disampaikan anak shalih shalihah tersebut dalam orasinya, anak-anak hebat tersebut telah menyadarkan diri kita semua bahwa Ramadhan tahun ini jangan disia-siakan, marilah kita sambut Ramadhan tahun ini dengan penuh suka cita dan hati yang gembira, semoga kita semua masih diberikan kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Aamiin. (Luluk/Mul)


