Wednesday, July 17, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYKeren! Janger, Waktu Hujan Sore-Sore, Kambanglah Bungo di "Konser" Resital Kelas 6

Keren! Janger, Waktu Hujan Sore-Sore, Kambanglah Bungo di “Konser” Resital Kelas 6

MUDIPAT.CO – Kelas 6 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) menggelar “Konser” Resital, Sabtu (25/2/2023). Resital adalah pertunjukan musik yang ditunjukkan oleh grup musik yang telah mempelajari suatu lagu. Resital ini diadakan sebagai media untuk ujian praktik dari mata pelajaran musik kelas 6. Resital pada tahun pelajaran 2022/2023 berlangsung di lantai 1 gedung ADEC.

Siswa-siswi yang tampil pada resital terbagi menjadi 20 kelompok yang masing-masing kelompok membawakan lagu yang keren. Yakni memilih antara Janger, Waktu Hujan Sore-Sore, Kambanglah Bungo.

Resital tahun ini mengusung tema “Dengan Seni Hidup menjadi Indah”. Para peserta yang tampil mengenakan berbagai macam busana seperti pakaian adat dari Maluku dan Minangkabau (Sumatera Barat). Hal tersebut membuat setiap kelompok memiliki ciri khasnya masing-masing dan terlihat sangat unik dan menarik.

Semua peserta sangat ceria dan bersemangat dalam mengikuti resital. Peserta tidak hanya tampil memainkan alat musik dan bernyanyi saja, namun peserta juga melakukan gerakan tarian-tarian adat, sesuai dengan pakai adat yang digunakan oleh peserta. Semua kelompok berusaha dengan maksimal agar dapat menampilkan performanya yang terbaik, karena kelompok dengan penampilan terbaik akan mendapatkan hadiah dari sekolah dan berkesempatan untuk tampil di Grand City.

Penampilan setiap kelompok akan dinilai oleh 2 juri profesional yaitu bapak Agus Widodo (seminator music time yamaha) dan bapak Martin Harianto (praktisi musik). Para juri mengaku sangat terhibur dengan semua penampilan dari setiap kelompok. Mulai dari keunikannya, kekompakannya, kemerduan suaranya, semangatnya, ekspresinya, hingga tata busananya.

Hal tersebut membuat juri merasa sedikit kesulitan dalam menentukan kelompok mana yang memiliki penampilan terbaik, karena semua kelompok memiliki performa yang bagus-bagus. Bukan hanya para juri saja yang merasa terhibur, namun para wali murid yang hadir mendampingi para peserta juga merasa sangat terhibur dan bahagia karena dapat melihat anaknya tampil di panggung resital dengan bersemangat, percaya diri dan sangat ceria.

Semua peserta resital dapat memberikan penampilan terbaiknya karena semua peserta telah berlatih keras mulai dari 1 bulan sebelum acara dimulai dan juga mendapat bimbingan dari guru musik Mudipat yaitu Ustadz Nahari Ac. “Resital ini merupakan bagian semangat kalian dalam menggapai cita-cita. Ini adalah bagian, bukan tujuan. Resital ini jangan dilihat hanya bermain musiknya. Kita nilai resital ini sebagai usaha anak-anak untuk berlatih bergotong-royong, karena disini semua tampil berkelompok, tidak ada yang sendirian.” Ungkap Ustadz Edy Susanto, M.Pd.

Ustadz Edy juga menyampaikan bahwa anak-anak bisa belajar mandiri, belajar bertanggung jawab, belajar berkerjasama dari kegiatan resital ini. Hal tersebut dikarenakan anak-anak di setiap kelompoknya memiliki peran masing-masing, ada bagian gitar, ada bagian pianika, dan lain-lain. Sehingga anak-anak harus kompak dalam memainkan peran-perannya.

Oleh karena itu kegiatan resital ini bisa menjadi bekal bagi anak-anak, ketika melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya.“Alhamdulillah acaranya berlangsung lancar, ditambah lagi antusias dari wali murid yang begitu besar sehingga acaranya menjadi sangat meriah” ungkap Ustadzah pega selaku MC acara. (Yasin/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular