Kenapa Muhammadiyah Kokoh hingga Sekarang? Begini Ulasan Ustadz Ini…

51

MUDIPAT.CO – Pengasuh Kajian Tafsir Al Quran, Ustadz Dr H Muhammad Sholihin SAg MPSDM pada kajian rutin di Masjid KH Ahmad Dahlan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) Jumat, 18 November 2022 membahas tentang maksud dan tujuan Muhammadiyah.

Kajian tersebut spesial karena hari tersebut tepat hari lahir organisasi Islam tertua di negeri ini. Muhammadiyah telah genap berusia 110 tahun. Kajian tersebut diikuti seluruh guru dan tendik Mudipat.

“Kita harus hafal dan memahami tujuan Muhammadiyah,” ujarnya. Lantas Abah Sholihin–sapaan akrabnya–menyebutkan bahwa tujuan didirikan Muhammadiyah adalah untuk Menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenarnya.

“Apa itu menjunjung tinggi? Iualah Meletakkan ajaran Islam di atas segala-galanya. Itu menjunjung tinggi,” ujar Bapak tiga anak itu.

Sedangkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adalah kita umat Islam dituntut kembali kepada Al Quran dan as-sunah sebagai landasan hidup berkehidupan.

“Kita mengamalkan agama ya tidak ribet. Kembali saja dan merujuk kepada Alquran dan as-sunah. Mengapa Muhammadiyah kokoh berdiri sampai sekarang. Terus maju. Karena Muhammadiyah menerapkan nilai kesempurnaan dalam beragama,” terangnya.

Lantas Abah Sholihin yang merupakan Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim itu menjelaskan nilai kesempurnaan beragama yang diterapkan Muhammadiyah. Yakni ada 4 hal.

“Yang pertama, Islam mengajarkan hal halal dan haram dengan jelas. Sudah jelas halal dan di antaranya subhat, tinggalkan. Kesempurnaan dalam agama adalah meninggalkan yang haram,” terangnya.

Kedua, Watawa soubil hak watawa soubissobr. Saling menasehati dalma kebaikan dan kesabaran. Kita disuruh menasehti dalam kebenaran dan kesabaran. Kita harus mengingatkan orang lain. Dan orang yang diingatkan harus mau menerima.

“Kalau kamu melihat kemungkaran rubahlah dengan tangan (kekuasaan), kalau tidak bisa, rubah dengan lisan, kalau tidak bisa, rubah dengan hati. Tapi pakai hati itulah selemah-lemah iman. Kita harus sampaikan kebenaran walau satu ayat. Sampaikan kebenaran walau pahit yang didapatkan,” katanya.

Yang ketiga, kesempurnaan Islam karena tolong menolong. Taawun. Makanya Muhammadiyah mulai berdiri sudah tawaaun. “Bagaimana Kyai Dahlan mengajarkan surat Al-Ma’un kepada muridnya bukan hanya mengaji menghafal tapi mengamalkan. Hidup harus tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa,” jelaa mantan Kepala Mudipat itu.

Nilai sempurnaanya Islam keempat adalah karena Islam mengajarkan amar makruf nahi nahi mungkar. Yakni mengajak berbuat baik dan meninggalkan kemungkaran yang bersifat umum. Mengajak Masyarakat.

“Kalau menasehati bersifat individual. Kalau mengajak amar makruf ini secara komunal. Inilah semangat Muhammadiyah. Sehingga Muhammadiyah disebut gerakan amar makruf nahi mungkar. Insyaallah kalau sesuatu dikerjakan bersama akan sukses. Dakwah lebih sukses kalau berjamaah,” tutur Abah Sholihin. (Mul)