Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYUstadz Sholihin: Pertolongan Allah itu Nyata, Balasan Allah itu Sempurna

Ustadz Sholihin: Pertolongan Allah itu Nyata, Balasan Allah itu Sempurna

Liputan Muhimmatul Azizah, Pemred Majalah Arba’a.

MUDIPAT.CO – Diawal kajian tafsir, Ustadz Dr. M. Sholihin, S.Ag, MPSDM mengingatkan para jamaah untuk selalu bersyukur, Jumat (21/10/2022). Menurutnya, sebab Allah sudah memberikan nikmat yang begitu banyak pada kita semua. Nikmat itu antara lain nikmat iman, islam, sehat, rizki, dan usia.

Ustadz Sholihin, panggilan akrabnya kemudian melanjutkan kajian tafsir dengan mengupas Surat Al Maidah ayat 11. Dihadapan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), ia menjelaskan jika ayat 11 ini diawali dengan panggilan sayang dari Allah.

“Yaa ayyuhal ladziina aamanu, wahai orang-orang yang beriman. Itu adalah panggilan sayang dari Allah,” jelasnya.

“Siapa orang beriman itu?” lanjutnya. Ia menjelaskan ciri orang beriman itu banyak dijelaskan didalam Alqur’an, seperti dalam Surat Al Anfal ayat 2-4, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. (Yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”

Allah memanggil orang-orang beriman untuk apa? Ia pun membacakan kelanjutkan dari ayat tersebut. Yaitu untuk mengingat nikmat Allah (yang diberikan) kepadanya. “Sesungguhnya nikmat Allah tak terhitung. Maka patutlah kita mensyukurinya,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ustadz Sholihin menjabarkan ada empat cara bersyukur menurut para ulama. Pertama syukur bil qouli. Yaitu dengan membaca alhamdulillahirabbil ‘alamiin. Kedua, syukur bil arkani/bil fi’li, syukur dengan perilaku/perbuatan nyata.

“Misalnya, perilakunya semakin baik, ibadahnya semakin meningkat, dan berkualitas,” ujarnya.

Syukur yang ketiga syukur bil maali, yaitu syukur dengan harta. Seperti berinfaq dan bershadaqah. Ia menegaskan orang yang berinfaq niscaya hartanya tidak akan berkurang, justru Allah akan mengganti dengan lebih baik dan lebih banyak. Keempat syukur bir ruhi, yaitu syukur dengan ruh. Semakin qonaah semakin istiqomah dalam beribadah.

Lebih lanjut Ustadz Sholihin mengungkap penyakit manusia ada dua. Al insanu mahalul khoto wan nisyan. Manusia itu tempatnya salah dan lupa, jika tidak diingatkan akan lupa. Karena itu sesama manusia harus saling mengingatkan, wa tawash shoubil haqqi wa tawash shoubish shobr. Saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Pada kelanjutan ayat, “ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu.” Menurutnya, lanjutan ayat ini mengandung arti bahwa Allah akan melindungi kita. Kebaikan atau ibadah yang kita lakukan menjadi perisai bagi kita.

“Pertolongan Allah itu nyata, dan balasan Allah itu sempurna,” tegasnya.

Editor Mulyanto

RELATED ARTICLES

Most Popular