MUDIPAT.CO-Dua murid SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya, Bisma Handaru Aussiano (4-H) dan Myesha Aleena Putri Cesarito (4-G), meraih Juara I Kategori Honourable Mention dan The Best Poster Lomba Peneliti Pelajar Surabaya 2026.
Lomba diselenggarakan di Gedung Wanita Kalibokor oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang diikuti 190 tim yang berasal dari SD negeri/swasta se-Surabaya, Senin (11/5/2026).
Prestasi ini diraih dengan penelitian melalui karya ilmiah dengan judul Black Brick, Batu Bata Ramah Lingkungan.
Pembina lomba penelitian Tajuzzaki mengatakan tahap awal peserta lomba mengirimkan karya ilmiah berupa extended abstrak yang terdiri dari Latar Belakang, Rumusan Masalah, Metode Penelitian, Hasil Penelitian, dan Kesimpulan, dikirim secara online.
Karya-karya yang masuk kemudian diseleksi, diambil menjadi 90 tim yang berhak maju ke babak final. “Syukurlah karya ilmiah Tim Mudipat termasuk salah satu dari 90 tim yang lolos ke babak final. Di babak final anak-anak harus mempresentasikan karya ilmiah dalam bentuk poster,” jelas Zaki
Di babak final semua tim berusaha maximal mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan tiga juri. Nilai dari masing-masing juri diakumulasi untuk menentukan pemenangnya disetiap kategori.
“Alhamdulillah, berdasarkan nilai dari ketiga juri, Tim Mudipat memperoleh juara 1 Kategori Honourable Mention dan The Best Poster,” kata Zaki senang.
Zaki senang dan bangga atas pencapaian ini. “Saya bangga dan senang atas pencapaian ini. Saat presentasi babak final, mereka tidak boleh didampingi guru pembina, tapi mereka bisa presentasi dengan lancar dan menguasai materi dengan baik,” kata Zaki.
Zaki menerangkan membutuhkan waktu satu bulan untuk mengikuti lomba ini. “Persiapan kami satu bulan, mulai menentukan ide, menyiapkan materi, menulis karya ilmiah sampai pembuatan batu bata hitam dan membuat presentasi,” terangnya.
“Bisma dan Aleena bukan anak baru di bidang penelitian, sebelumnya juga pernah mengikuti lomba penelitian dengan hasil yang memuaskan. Salah satu keunggulan kedua anak ini adalah sudah terbiasa mempresentasikan materi dalam Bahasa Inggris saat lomba,” tutur Zaki
Zaki mengungkapkan alasan mengusung tema Black Brick dalam karya ilmiahnya. “Mengapa kami mengusung Black Brick, karena arahan dari panitia agar mengusung tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari di rumah atau di sekolah. Kebetulan di Mudipat ada program Sedekah Botol Plastik (sebotik), jadi kami mensupport program sebotik dengan memanfaatkan botol plastik yang terkumpul.
Black Brick ini terbuat dari abu sekam padi, botol plastik, dan oli bekas. Dari kombinasi ketiga bahan-bahan itu, lanjut Zaki, menghasilkan black brick atau batu bata hitam yang ramah lingkungan.
“Melalui referensi hasil riset yang saya baca, batu bata hitam mempunyai keunggulan yaitu lebih kuat atau tidak mudah pecah dan sedikit menyerap air dibandingkan dengan batu bata merah konvensional,” ungkap Zaki. (aji)


