MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya, Senin-Selasa (9-10) menerima kunjungan studi tiru dari tiga lembaga sekaligus: Yayasan At-Taqwa Brondong, Lamongan (28 orang), SD Muhammadiyah Nanga Pinoh, Kalimantan Barat (4 orang), serta delegasi SD UMP Purwokerto yang membawa 10 siswa dan 4 guru pendamping.
Acara diawali dengan penyambutan yang meriah. Penampilan bakat dari siswa-siswi Mudipat menyapa para tamu dengan hangat. Menyuguhkan perpaduan seni dan kepercayaan diri yang menjadi ciri khas sekolah ini.
Tidak hanya berdiskusi di gedung TMB lantai 4, para peserta diajak berkeliling (school tour) untuk melihat langsung fasilitas unggulan yang dimiliki Mudipat. Mulai dari ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium hingga perpustakaan yang representatif.

Para guru pendamping dan pengurus yayasan juga masuk ke ruang kelas untuk mengamati langsung proses mengajar. Mereka melihat bagaimana guru Mudipat mengelola kelas dengan interaktif, memadukan kurikulum nasional dengan inovasi lokal yang menggugah kreativitas siswa.
Kunjungan ini menjadi krusial bagi SD UMP Purwokerto. Dengan mengamati proses belajar-mengajar secara langsung. Mereka bertekad mengadopsi sistem yang ada untuk mewujudkan visi menjadi center of cambride di Jawa Tengah. Di sisi lain, Yayasan At-Taqwa dan SD Muhammadiyah Nanga Pinoh fokus pada manajemen tata kelola sekolah dan pengembangan karakter siswa.
“Kami merasa terhormat menjadi tujuan belajar bagi rekan-rekan dari Lamongan, Nanga Pinoh, dan Purwokerto. Melihat antusiasme mereka saat berkeliling fasilitas dan mengamati proses mengajar di kelas, kami yakin semangat kemajuan ini akan dibawa pulang ke daerah masing-masing. Terutama untuk SD UMP Purwokerto, kami sangat mendukung langkah mereka menjadi Center of Cambridge di Jawa Tengah.” Ujar Ustadz Edy Susanto, kepala sekolah Mudipat.
Kunjungan studi tiru ini menjadi bukti nyata sinergi antarlembaga pendidikan Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas instruksional. Dengan melihat langsung fasilitas dan proses belajar di SD Muhammadiyah 4, diharapkan setiap delegasi dapat mengadaptasi praktik terbaik guna memajukan sekolah di daerah masing-masing demi mencetak generasi unggul yang berdaya saing global. (Salsabila/Mul)


