Tuesday, February 10, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYHW Challenge Bentuk Pribadi Murid Tangguh Cerdas Jujur dan Berakhlak Mulia

HW Challenge Bentuk Pribadi Murid Tangguh Cerdas Jujur dan Berakhlak Mulia

Suasana di Taman Flora Surabaya pagi ini terlihat berbeda. Meski jam belum menunjukkan pukul 07.00 WIB, area taman yang biasanya tenang dengan rimbunnya pepohonan sudah berubah menjadi lautan anak berseragam Hizbul Wathan (HW). Suara kicauan burung di Taman Flora kalah bersaing dengan celotehan khas anak-anak. Ada yang sibuk mencari teman sekelasnya, ada yang bercerita persiapan ikuti kegiatan, dan tak sedikit yang asyik menunjuk-nunjuk pemandangan di sekitarnya dengan penuh semangat.

Alih-alih mengantuk, wajah mereka justru memancarkan energi luar biasa. Sejumlah 271 siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah (Mudipat) Surabaya ini akan ikuti kegiatan HW Challenge di Taman Flora Surabaya, Sabtu (7/2/2026).

Sementara itu di sudut lain, para guru dan pembina sibuk melakukan absensi dan memberikan pengarahan singkat. Siswa pun segera berbaris sesuai dengan kelompok masing-masing untuk ikuti upacara pembukaan. Keriuhan berubah menjadi fokus yang intens saat kegiatan dimulai.

Dengan cakap, para petugas upacara yang masih belia ini melaksanakan tugas yang diberikan. Ada yang bertugas sebagai pemimpin barisan, pemimpin rumpun, pembawa acara, pembaca janji pandu athfal, pembaca doa, dan tugas yang lain. Meski hanya latihan dua kali, tapi mereka bisa tampil maksimal.

Dalam sambutanya, Ustadz Edy Susanto, MPd. menyampaikan kegiatan HW melatih anak-anak tangguh, bukan hanya fisik tapi juga bagus mentalnya. HW juga mengajari anak menjadi terampil. Contohnya disiplin, fokus, dan tidak ngomong sendiri jika Ustadz-ustadzah sedang menjelaskan pelajaran. Selain melatih ketangguhan dan disiplin, HW menurut Ustadz Edy juga membentuk siswa berakhlak mulia. “Anak menjadi jujur, sholat tidak perlu diperintah, menghormati orangtua dan guru, menghargai teman-temannya. Pokoknya selalu semangat belajar dan ibadah,” ujarnya.

Setelah upacara usai, siswa ini menuju pos-pos yang telah ditentukan, yaitu ada pos 1-4. Dalam kegiatan ini, siswa kelas 1 yang terdiri 9 rombongan kelas dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok ikuti game/permainan dan tantangan yang telah disipakan. Permainan ini bukan sekadar lomba, melainkan petualangan besar yang menguji ketangkasan fisik, pengetahuan kepanduan, dan hafalan mereka (keislaman).

Pada pos 1, siswa melakukan game transfer bola dan game kaki tangan. Pada game transfer bola, anak-anak harus bekerja sama mengalirkan bola dengan bantuan paralon yang dimodifikasi tanpa jatuh. Koordinasi antar-teman sangat diuji di sini agar bola tidak “kabur” ke luar jalur. Sementara game kaki tangan, anak-anak harus melompat atau menapakkan tangan sesuai gambar kaki dan tangan pada banner. Ada yang konsentrasi penuh, ada pula yang berakhir bingung menentukan mana tangan kanan dan kiri, mana kaki kanan dan kiri.

Sementara itu pada pos 2, peserta HW Challenge belajar mengenal lambing HW, dengan permainan Menyusun puzzle lambang HW. Jari-jemari kecil mereka sibuk menyusun potongan gambar sinar matahari dan kuncup melati. Ini cara kreatif agar mereka hafal simbol kebanggaan pandu Muhammadiyah. Selain itu pada pos ini siswa dikenalkan dengan tenda. Wajah-wajah penuh rasa ingin tahu tampak saat pembina mengajak mereka masuk ke dalam tenda. Bagi anak kelas 1, masuk ke dalam tenda terasa seperti masuk ke markas rahasia.

Berikutnya pada pos 3, siswa mengikuti game lempar panah dan bola keranjang. Kedua game ini dapatm melatih akurasi. Sorak-sorai pecah setiap kali bola plastik masuk ke keranjang atau panah magnet menempel di papan target. “Wah meleset,” ujar siswa yang lemparan panahnya tidak masuk target. Namun, sebelum siswa memainkan kedua permainan tersebut, mereka harus menyanyikan lagu Mars HW terlebih dahulu. Dengan suara yang lantang dan penuh semangat, mereka menyanyikan lagu kebanggaan. Meski kadang ada lirik yang tertukar dan ada Sebagian kecil yang belum sepenuhnya hafal.

Sedangkan pada pos 4, siswa diajak bermain sebrang sungai dengan bola. Mereka belajar keseimbangan dan kekompakan. Bola digulirkan secara bergiliran dengan cara membelakangi temannya, jika tidak konsentrasi maka bola bisa jatuh. Pada pos ini juga siswa diuji tentang hafalan mereka dengan game sambung ayat surat Al-Ikhlas Al-Lahab. Saat pembina membacakan potongan ayat, anak-anak secara berurutan menyambungnya. Suara merdu mereka saat melantunkan surat pendek menjadi penyejuk di tengah teriknya Taman Flora.

Dalam kegiatan HW Challenge siswa tidak hanya diajarkan soal otot atau ketangkasan fisik, namun penguatan karakter dan spiritual. Siswa dibiasakan membuang sampah pada tempatnya, kekompakan dalam kelompok, menghargai teman, bermain dengan sesuai giliran, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, makan dan minum sambil duduk, dan disiplin dalam semua kegiatan. (Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular