MUDIPAT.CO – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya dalam ajang bergengsi SMAMDA CUP 2026. Bertanding dalam cabang olahraga (cabor) Anggar tingkat provinsi, Macan 4 sukses membawa pulang tiga medali perunggu setelah bersaing ketat dengan ratusan peserta dari berbagai daerah.
Kejuaraan yang berlangsung pada 23-25 Januari 2026 di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya ini merupakan kolaborasi antara SMAMDA Surabaya dan IKASI Kota Surabaya. Kompetisi ini diikuti oleh atlet-atlet berbakat dari seluruh penjuru provinsi, termasuk peserta jauh dari Banyuwangi.
Dalam ajang ini, Mudipat mengirimkan enam delegasi terbaiknya, dan tiga di antaranya berhasil naik ke podium juara adalah Reynand Ivano Ghaisan Putra Sasongko – Juara 3 Degen Putra, Muhammad Alejandro Ammar Zuri Alfariq – Juara 3 Sabel Putra, dan Aleesya Mikhaila Aminah – Juara 3 Degen Putri.
Keberhasilan ini tidak didapatkan dengan instan. Pelatih ekskul anggar yaitu pak Bagus mengungkapkan rasa syukurnya atas dedikasi para siswa yang berlatih sangat keras demi mengharumkan nama sekolah.
“Alhamdulillah, anak-anak macan 4 bisa membawa pulang tiga medali dalam ajang open tournament ini. Performa mereka sudah cukup bagus. Mereka benar-benar berjuang, bahkan rela latihan sampai pulang malam terus demi persiapan lomba ini,” ujar sang pelatih dengan bangga.
Meski meraih hasil positif, evaluasi tetap dilakukan untuk perkembangan atlet ke depannya. Bagi siswa yang belum berhasil meraih medali, pelatih berpesan agar tetap fokus dan meningkatkan porsi latihan.
Sisi menarik datang dari kesan para juara. Meski olahraga ini penuh risiko fisik, semangat mereka tak luntur. “rasanya senang sekali bisa dapat medali, meskipun harus merasakan sakit dulu karena ‘ditusuk-tusuk’ pedang saat bertanding,” ungkap salah satu siswa juara sambil tersenyum.
Menutup kemenangan ini, pak Bagus sebagai pelatih berharap prestasi ini menjadi batu loncatan, bukan titik jenuh. “untuk yang sudah juara, jangan pernah merasa puas hanya sampai di sini lalu jadi malas latihan. Justru medali ini harus menjadi pembakar semangat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya. (Natasya/Mul)


