MUDIPAT.CO – Guest Teacher di Kelas 6B SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) disambut antusias dan bahagia oleh siswa, Rabu (4/2/2026). Sebab, pembelajaran menghadirkan pengalaman belajar yang istimewa. Pada kesempatan kali ini, narasumber yang hadir adalah Ibu Fidhiana Wahyu Putri, S.Si., M.Si., selaku Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur.
Beliau juga merupakan ibunda dari ananda Nadhifa Aqeela Shanum yang akrab disapa Nafa. Kehadiran beliau disambut antusias oleh para siswa yang sudah tidak sabar mengikuti pembelajaran tematik tentang satwa liar.
Dalam pemaparannya, Ibu Fidhiana mengajak siswa mengenal lebih dekat berbagai jenis satwa liar yang hidup di Indonesia beserta pentingnya menjaga kelestariannya. Anak-anak diperkenalkan pada konsep satwa liar yang hidup di habitat aslinya serta peran BKSDA dalam melindungi hewan-hewan tersebut dari kepunahan. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh menarik sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Tidak hanya itu, beliau juga menjelaskan tugas Pengendali Ekosistem Hutan, yaitu profesi yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam. Siswa menjadi lebih paham bahwa hutan bukan hanya tempat tinggal hewan, tetapi juga bagian penting dari kehidupan manusia. Penjelasan ini membuka wawasan siswa tentang berbagai profesi di bidang konservasi yang mungkin belum pernah mereka ketahui sebelumnya.

Suasana kelas semakin hidup ketika sesi kuis dimulai. Ibu Fidhiana mengajak siswa bermain tebak-tebakan seputar satwa liar, mulai dari jenis makanan hingga habitat hewan tertentu. Anak-anak tampak bersemangat mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan. Gelak tawa dan tepuk tangan mewarnai kegiatan tersebut, menambah semangat belajar yang positif di dalam kelas.
Kegiatan Guest Teacher ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa kelas 6B. Selain menambah pengetahuan tentang satwa liar dan pelestarian lingkungan, siswa juga belajar untuk lebih peduli terhadap alam sekitar. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat menumbuhkan rasa cinta lingkungan sejak dini sekaligus memperluas wawasan siswa tentang peran penting konservasi bagi masa depan bumi. (Lina Shabrina/Mul)


