Thursday, February 5, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYKeseruan Damkar Mengajar, Diajari Cara Mengevakuasi Ular hingga Diajak Memakai Baju Tahan...

Keseruan Damkar Mengajar, Diajari Cara Mengevakuasi Ular hingga Diajak Memakai Baju Tahan Panas

MUDIPAT.CO-Pagi hari, Selasa (27/1/2026) suasana kelas II-B SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya tampak berbeda dari biasanya. Di kelas itu kedatangan dua petugas pemadam kebakaran atau damkar. Petugas damkar itu bukan untuk memadamkan api, tetapi mengajar di depan kelas layaknya seorang guru.

Mereka adalah Kurnia Yunita Cahyani dan Nia Amalia, Guest Teacher dari Dinas Kebakaran Kota Surabaya datang ke Mudipat untuk memberi edukasi tentang penanganan kebakaran.

Setelah menyiapkan materi dan beberapa alat perlengkapan, lalu dilanjutkan dengan penjelasan materi.

“Kebakaran adalah api yang sangat besar, yang tidak kita inginkan, bisa merugikan dan menimbulkan banyak korban,” jelas Kurnia.

Selanjutnya dia bertanya, “apa saja tugas Damkar?” Anak-anak dengan serentak menjawab memadamkan api, menangkap ular, kucing diatas pohon, dan lainnya.

Lalu Kurnia yang juga orang tua dari Azzarine Putri kelas II-B itu menjelaskan berbagai tugas pemadam kebakaran. Dia menjelaskan bahwa tugas pemadam kebakaran yang utama adalah evakuasi hewan, evakuasi korban, dan pemadaman.

Tetapi di lapangan petugas damkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan berbagai upaya penyelamatan dalam situasi darurat.

“Kalau di rumah kalian ada kebakaran, bisa dipadamkan dengan alat-alat sederhana. Kalian bisa menggunakan air kran atau ember, dan selimut api, dengan catatan kebakarannya skala kecil,” kata Kurnia

Kurnia menerangkan cara menggunakan selimut api adalah selimut atau kain berbahan tebal dicelupkan ke air lalu ditutupkan ke api.

“Selain selimut api, kalian bisa menggunakan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan, bentuknya tabung kecil, bobotnya tidak terlalu berat. Kalau kebakarannya besar, kalian harus panggil petugas damkar,” tuturnya.

Kemudian dia bertanya, “sudah tau nomornya pak Damkar?” Kemudian ada celetuk siswa-siswa menyebutkan, “911 bu”.

Ada yang malah menyebut nomor hp orang tuanya. Sontak teman-teman yang lain tertawa terbahak-bahak.

Kemudian Kurnia memberitahukan call center petugas damkar. “Kalau mau memanggil petugas damkar kalian bisa menghubungi nomor 112,” katanya.

Materi yang disampaikan berikutnya adalah peralatan yang digunakan oleh petugas damkar.

“Anak-anak ini adalah alat-alat yang digunakan petugas damkar saat bertugas, ada topi, sepatu boot, kapak, tandu, baju tahan panas, tabung, dan chainsaw,” terangnya.

Beberapa peralatan untuk petugas pun ditunjukkan di depan kelas, di antaranya helm, baju tahan panas, sarung tangan, dan sepatu boot yang semuanya berfungsi untuk melindungi petugas dari panasnya api.

Suasana kelas semakin meriah ketika Nia Amalia mempraktikkan cara mengevakuasi ular. Sontak, siswa-siswa langsung berlari ke depan melihat dari dekat karena penasaran.

“Mengevakuasi ular memakai alat khusus seperti ini, caranya dengan mencapit kepala ular, jangan dicapit ekornya, nanti malah berontak ularnya,” terang Nia.

Setelah pemaparan materi, siswa-siswa dipersilakan memakai baju tahan panas dan memakai topi pemadam. Siswa pun menyambut ajakan itu dengan sangat antusias.

Sementara itu, Wali Kelas II-B, Erni Muharomah, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya agar anak-anak dapat memahami apa saja yang dilakukan petugas pemadam kebakaran saat bekerja di lapangan, termasuk mengenal berbagai alat dan perlengkapan yang digunakan.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif, seperti meneladani sifat-sifat mulia petugas pemadam kebakaran.

“Kegiatan ini juga bertujuan mengajarkan anak-anak cara memadamkan api saat terjadi kebakaran skala kecil menggunakan alat-alat sederhana,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak-anak akan bahaya kebakaran, langkah yang harus dilakukan saat kebakaran terjadi, cara menyelamatkan diri, serta pentingnya upaya pencegahan agar kebakaran tidak sampai terjadi. (aji)

RELATED ARTICLES

Most Popular