MUDIPAT.CO – Suasana Lantai 3 Gedung ADEC mendadak riuh dan penuh aroma menggoda, . Selasa, 27 Januari 2026. Ratusan siswa dan guru tampak antusias memadati area yang telah disulap menjadi bazar kuliner bertajuk “Jajan Fest Days”. Acara yang digagas oleh jenjang kelas 5 ini bukan sekadar ajang jajan santai, melainkan sebagai praktik gabungan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.
Berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (29/01) mendatang, kegiatan yang dimulai pukul 08.30 hingga 10.00 WIB ini sukses mencuri perhatian warga sekolah.

Hari pertama dibuka dengan keberagaman menu yang menggugah selera. Setiap kelas ditantang untuk menyajikan konsep unik yang berbeda-beda:
- Japanese Stall (Kelas 5-H): Menyajikan aneka kudapan khas Jepang yang estetik.
- Sweet Bar (Kelas 5-G): Surga bagi pecinta makanan manis dan pencuci mulut.
- Tropical Indonesian Food (Kelas 5-I): Menghadirkan kesegaran cita rasa lokal khas nusantara.
Ustadzah Tazkiyah, selaku guru Bahasa Indonesia, menjelaskan bahwa esensi kegiatan ini adalah implementasi nyata dari teori yang dipelajari di kelas.
“Tujuannya agar siswa bisa praktik membuat iklan melalui Canva dengan bahasa yang persuasif dan informatif. Selain itu, kerja sama tim sangat diuji di sini. Untuk sisi Matematikanya, mereka belajar menerapkan perkalian langsung dalam kehidupan sehari-hari,” jelas beliau.
Uniknya, Jajan Fest Days tidak menggunakan uang tunai secara langsung. Pengunjung harus mampir ke “Bank Changer” yang dijaga oleh Ustadzah Cipta untuk menukarkan uang mereka menjadi kupon pecahan Rp2.000 dan Rp5.000.
Setelah waktu berjualan usai, para siswa memiliki tugas akhir: menyusun laporan hasil penjualan dan menukarkan kembali kupon yang terkumpul menjadi uang tunai. Di sinilah ketelitian matematika mereka benar-benar diuji.
Proses penghitungan hasil penjualan sempat diwarnai momen “panas dingin”. Beberapa kelompok sempat kebingungan karena jumlah uang yang diterima ternyata lebih sedikit dari jumlah stok barang yang terjual.
Setelah ditelusuri bersama para guru, terungkaplah fakta lucu: beberapa siswa terlalu bersemangat memberikan diskon dadakan kepada pembeli namun lupa mencatatnya di buku laporan. Kesalahpahaman kecil ini bukannya berujung tegang, malah memicu gelak tawa di antara guru dan siswa. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi siswa bahwa dalam bisnis, sekecil apa pun potongan harga, wajib tercatat secara administratif.
Melalui Jajan Fest Days, siswa kelas 5 membuktikan bahwa belajar perkalian dan bahasa iklan bisa semenyenangkan (dan seenak) ini! (Tsabita/Mul)


