Thursday, February 5, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYJika Kita Ikhlas Pasti dan Pasti Keberkahan akan Menyertai Hidup

Jika Kita Ikhlas Pasti dan Pasti Keberkahan akan Menyertai Hidup

MUDIPAT.CO – Kajian tafsir bagi guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya, kali ini membahas hadits Arbain An Nawwawiyah yang ke-24. Hadits ini berisi tentang ‘Larangan Berbuat Dzalim,’Jumat, (4/10/2024). Mengawali kajian, Ustadz Drs. H. Ahmad Barir, Msi terlebih dahulu membacakan bunyi hadist beserta terjemahnya.

Terjemahan dari hadits ke-24 tersebut adalah: “Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau meriwayatkan dari Allah ‘azza wa Jalla, sesungguhnya Allah telah berfirman:

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk, maka hendaklah kalian minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya. Wahai hamba-Ku, kalian semua adalah orang yang lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka hendaklah kalian minta makan kepada-Ku, pasti Aku memberinya.

“Wahai hamba-Ku, kalian semua asalnya telanjang, kecuali yang telah Aku beri pakaian, maka hendaklah kalian minta pakaian kepada-Ku, pasti Aku memberinya. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa pada waktu malam dan siang, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan dapat membinasakan-Ku dan kalian tak akan dapat memberikan manfaat kepada-Ku.

“Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertakwa seperti orang yang paling bertakwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga.

“Wahai hamba-Ku, jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin yang tinggal di bumi ini meminta kepada-Ku, lalu Aku memenuhi seluruh permintaan mereka, tidaklah hal itu mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana sebatang jarum yang dimasukkan ke laut.

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya inilah amal perbuatan kalian. Aku catat semuanya untuk kalian, kemudian Kami akan membalasnya. Maka barang siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah bersyukur kepada Allah dan barang siapa mendapatkan selain dari itu, maka janganlah sekali-kali ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (HR. Muslim)

Menurut Ustadz Barir dikarenakan hadits ini sangat panjang, maka kajian kali ini hanya akan mengupas sebagian saja dan akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.

Lebih lanjut ia menjabarkan bahwa hadits ini menjelaskan tentang larangan Allah berbuat dzalim. Dzalim, lanjut Ustadz Barir adalah tidak bisa menempatkan diri pada hal yang baik.”Haram berbuat dzalim, apalagi saling mendzalimi,” jelasnya.

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari hadist tersebut. Pertama, menjaga diri dari perbuatan dzalim, istilah jawanya ‘ngrekso awake dewe.’ Kedua, memperoleh hidayah dan petunjuk Allah dengan cara memohon pada Allah, dzat yang maha pemberi hidup. Dengan selalu bersukur atas segala karunia Allah. Adapun wujud syukur yaitu dengan melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang Allah.

Ketiga, segala ibadah harus dikerjakan dengan ikhlas. Terlebih kita semua sebagai guru, semua yang kita ajarkan harus dengan cara yang baik dan ikhlas. Jika keikhlasan itu sudah dilakukan, pasti keberkahan akan menyertainya. “Mungkin ada siswa yang menurut kita ndableknya subhanallah, tapi jika ikhlas mengajar insyaAllah anak tersebut akan menjadi manusia yang bermanfaat diluar sana, saat sudah lulus. Itu karena keikhlasan kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengabarkan semua itu tidak bisa instan terwujud, namun butuh proses. “Jika kita Ikhlas, pasti dan pasti keberkahan akan menyertai hidup,” pungkasnya.(Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular