Tuesday, March 10, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYAsyiknya Belajar Etika Terhadap Orang Tua dan Guru melalui Permainan Ular Tangga

Asyiknya Belajar Etika Terhadap Orang Tua dan Guru melalui Permainan Ular Tangga

​MUDIPAT.CO – Pagi ini, suasana kelas 1 tampak berbeda. Wajah-wajah cerah penuh antusiasme menghiasi ruangan saat mengikuti rangkaian kegiatan Darul Arqam. Semangat mereka terlihat nyata sejak materi pertama dimulai, yakni tentang “Etika Terhadap Orang Tua dan Guru”. Selama sesi berlangsung, para murid sangat aktif bertanya dan memberikan tanggapan yang kritis namun menggemaskan.

​Melalui materi ini, siswa diajak untuk lebih sadar dan memahami alasan mendalam mengapa mereka harus menyayangi serta menghormati orang tua dan guru.

Siswa belajar bahwa sosok Ibu adalah pahlawan yang menyayangi tanpa pamrih—mulai dari mengandung selama 9 bulan, merawat hingga besar, hingga menjadi guru pertama bagi mereka. Begitu pula sosok Ayah yang bekerja keras tanpa lelah untuk mencukupi segala kebutuhan keluarga.

​Lebih dari itu, alasan utamanya adalah karena perintah langsung dari Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam QS. Luqman ayat 14: ​”Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya…”

​”Ustadzah, aku ingin berbakti sama orang tua dan guru. Bagaimana caranya ya, Us?” tanya Janayu dengan penuh rasa ingin tahu.

​Ustadzah pun menjelaskan bahwa ada banyak cara sederhana untuk menjadi anak yang berbakti, di antaranya: ​Kepada Orang Tua, berbicara dengan lemah lembut, mendoakan setiap hari, serta menjaga perasaan mereka agar tidak terluka atau marah.

​Kepada Guru, mengingat guru adalah sosok yang mendidik dan melatih, maka siswa wajib mendengarkan penjelasan di kelas serta menaati aturan dan nasihat yang diberikan.

Keseruan memuncak saat sesi materi berakhir. Untuk mengevaluasi pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan permainan Ular Tangga Raksasa. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Unsur tantangannya adalah setiap anak harus mampu menjawab pertanyaan seputar etika yang telah dipelajari sebelum diperbolehkan melangkah maju di papan permainan.

​Kegiatan Darul Arqam hari ini berhasil menanamkan nilai-nilai karakter dasar melalui pendekatan yang menyenangkan (fun learning). Dengan mengombinasikan penyampaian dalil agama dan metode bermain (ular tangga), siswa kelas 1 tidak hanya memahami kewajiban berbakti kepada orang tua dan guru secara kognitif, tetapi juga merasa termotivasi untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa penanaman akhlak sejak dini paling efektif dilakukan melalui interaksi dua arah dan media permainan edukatif. (Shofi)

RELATED ARTICLES

Most Popular