Tuesday, June 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYMudipat Scientist Team Juara 1 dalam Ajang World Science Environment and Engineering...

Mudipat Scientist Team Juara 1 dalam Ajang World Science Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2024

MUDIPAT.CO-Siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya kembali meraih prestasi. Kali ini siswa-siswi Mudipat meraih juara 1 dalam ajang  World Science Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2024. Mereka adalah Azka Athallah Arkananta (V-F), Kennisha Zahra Chunadi (V-F), Rafi Fadhil Al Ichsan (V-G), Abdullah Affan Iranata (V-H), dan Kalea Zahra Chunadi (V-I). Mereka tergabung dalam Mudipat Scientist Team.

Ajang ini diselenggarakan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Department of Food Science and Technology IPB University. Diikuti 200 lebih tim dari banyak negara, diantaranya Kazakhstan, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Turki, Korea Selatan, Amerika Serikat, Uni Emirat  Arab, Puerto Rico, Iran, Mesir, Malaysia dan lain-lain.

WSEEC diselenggarakan secara hybrid. Tanggal 14 Mei 2024 penjurian tim peserta offline. Kegiatan pada 15 Mei 2024 adalah inventors’ talk dan awarding ceremony untuk tim peserta online. Sedangkan pada 16 Mei 2024 kegiatan awarding ceremony untuk tim peserta offline dan penutupan acara.

WSEEC merupakan kompetisi inovasi multinasional tahunan di bidang ilmu pengetahuan umum, lingkungan, dan keteknikan dengan peserta berasal dari jenjang SD hingga universitas. Ajang ini menjadi wadah bidang penelitian dan karya ilmiah generasi muda.

Aliyatus Zakiyah Wakil Kepala Sekolah Mudipat mengatakan pada ajang ini siswa-siswi Mudipat menampilkan karya Design and Build of Water Filtration System to Improve Raw Water Quality. Dengan menggunakan alat itu terbukti kualitas air menjadi lebih baik.

“Dengan menggunakan alat itu air sumur atau air hujan bisa merubah menjadi air dengan kualitas lebih baik. Air itu dialirkan dalam sistem penyaringan yang dihubungkan dengan alat elektrolisis untuk menaikkan pH air menjadi 9+ (air alkalin),” jelasnya.

Air alkalin, lanjutnya, pada penelitian sebelumnya hasilnya sangat bagus untuk menurunkan dan mencegah penyakit gastrointestinal  (penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan). Dan untuk membunuh bakteri yang ada dalam air digunakan UV sterilizer.

“Alhamdulillah anak-anak berhasil mempresentasikan karya itu dengan bagus. Perform anak-anak luar biasa. Mereka presentasi menggunakan Bahasa Inggris dan juga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan juri dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Aliyatuz berharap ke depan Mudipat bisa membentuk tim-tim scientist lebih banyak lagi. “Saya berharap Mudipat bisa membentuk tim-tim scientist lebih banyak lagi untuk menghadapi kompetisi seperti WSEEC ini,” harapnya.

Dia menjelaskan dalam ajang WSEEC ini anak-anak tidak sekadar lomba atau kompetisi tetapi dilatih untuk kritis.

“Ajang WSEEC ini sangat bagus. Anak-anak tidak hanya berkompetisi tetapi juga dilatih untuk kritis dengan kondisi lingkungan sekitar, berinovasi untuk menyelesaikan masalah, belajar berkolaborasi dengan tim yang tentunya berbeda karakter, dan presentasi di depan juri ini juga melatih percaya diri,” jelasnya.

Dia mengatakan senang atas raihan ini. “Ini adalah hasil maksimal perjuangan anak-anak, saya senang dan bangga. Latihan tidak hanya dilakukan di sela-sela jam belajar di sekolah, tapi juga melalui zoom saat di rumah. Semangat terus dan sukses selalu untuk Mudipat Scientist Team (MUST),” ungkapnya. (A-ji)

RELATED ARTICLES

Most Popular