Tuesday, June 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYKak Sholeh dan Dino Berkisah Isra' Mi'raj, Ternyata Begini Kejadiannya...

Kak Sholeh dan Dino Berkisah Isra’ Mi’raj, Ternyata Begini Kejadiannya…

MUDIPAT.CO – Berkisah kelas 3 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) berlangsung di Jenderal Sudirman Teater, Gedung Ahmad Dahlan Education Center (ADEC) lantai 6, Selasa (6/2/2024).

Kak Sholeh, pengisah menyampaikan peristiwa Isra’ Mi’raj. Kak Sholeh bersama “temannya” bernama Dino mengisahkan peristiwa Nabi Muhammad SAW diajak malaikat Jibril naik ke langit ketujuh.

“Nabi naik ke langit ketujuh itu naik buraq dengan kecepatan kilat,” katanya.

Buraq adalah hewan seperti kuda tapi lebih kecil dan mempnyai sayap di tubuhnya, warnanya putih. Buraq menjadi kendaraan Rasulullah SAW dan melaju dengan sangat cepat dan membantu Rasulullah SAW mempersingkat waktu perjalanan hanya dalam satu malam.

“Di perjalan itu, Nabi Muhammad melihat ada orang membawa batubesar lalu batu itu dipukulkan ke kepalanya sendiri, lalu mati lalu mukul lagi seterusnya begitu, Nabi bertanya kepada malaikat Jibril. Jibril menjawab itu adalah siksa bagi orang yang tidak taat kepada Allah dan tidak menjadi orang baik selama di dunia,” kisahnya.

Kak Sholeh menyampaikan, Nabi di langit ketujuh bertemu Allah SWT lalu Allah memberikan perintah agar Nabi dan umat Islam setiap hari mendirikan shalat 50 kali.

“Sebagai nabi yang baik, beliau samikna wa atokna. Tapi setelah turun ke langit ke-6 Nabi Muhammad bertemu Nabi Musa dan Nabi Muhammad bercerita kalau Allah memerintahkan umat Islam mendirikan 50 shalat,” kisahnya.

Maka Nabi Musa memberi saran agar Nabi Muhammad meminta keringan kepada Allah, karena umat Islam tidak akan kuat shalat 50 kali. Akhirnya Nabi Muhammad naik lagi meminta keringanan, maka diberi keringanan menjadi 45 kali. Tapi nabi Musa menyarankan lagi agar minta keringanan lagi.

“Nabi Muhammad naik turun langit 7 dan 6. Dan akhirnya jadilah perintah shalat 5 kali saja perhari.” ucap Kak Sholeh.

Bersama Dino Kak Sholeh mengingatkan pentingnya shalat lima waktu. Katanya umat Islam jangan meninggalkan shalat. Karana shalat adalah tiang agama. “Siapa yang mendirikan shalat berarti mendirikan agama. Apa kalian sanggup,” tanya Dino disuarakan kak Sholeh. Maka audien menjawab sanggup serempak.

Salah satu peserta berkisah Ash Shiddiq Aria Gumelar P.P., siswa kelas 3-E mengaku senang mendengarkan kisah islami yang diadakan sekolah. Menurutnya kisah itu menarik dan menjadi pelajaran penting bagi semua siswa.

“Seru saat Kak Sholeh berkisah tentang Nabi Muhammad SAW yang naik ke langit ketujuh bersama malaikat Jibril,” katanya. “Apalagi di perjalan itu Nabi diperlihatkan siksa bagi orang yang tidak baik selama di dunia. Semoga kita menjadi anak yang rajin shalat,” harapnya.

Membuka acara Ustadz Edi Purnomo MPsi, Wakil Kepala Mudipat memberikan iftitah. Katanya anak yang baik adalah menggunakan daya pikir dengan baik. Cirinya adalah anak-anak berusaha selalu lebih baik setiap hari.

“Mendengarkan kisah perjalanan isra mi’raj harus enggunakan akal. Sehingga mengambil ibrah dari kisah isra mi’raj nabi Muhammad Saw dan kalian shalatnya jadi sempurna,” ucapnya. (Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular