Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYPengusaha Barber Shop, Direktur, dan Dokter Penyakit Dalam Turut Mengajar di Mudipat

Pengusaha Barber Shop, Direktur, dan Dokter Penyakit Dalam Turut Mengajar di Mudipat

MUDIPAT.CO – Salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu siswa SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya akhirnya datang juga. Guest teacher atau kegiatan guru tamu kali ini bertajuk kewirausahaan. Selasa (30/1/2024) pagi, Bunda Mia mengajar siswa-siswi kelas 5-H untuk turut menjaga lingkungan.

“Setiap pohon bisa menyimpan 10 liter air, lo. Bayangkan jika kita menanam sepuluh pohon,” jelas bunda dari siswa kelas 5-H, Array.

Kegiatan makin seru saat dokter penyakit dalam ini ajak siswa meracik hand sanitizer. “Bahannya adalah alcohol, gliserin, dan aromaterapi,” ungkap Annisa 5-H.

Sedangkan kelas 5-D, psikolog yang sekaligus direktur PT Selaras Mitra Integral menjelaskan konsep berwirausaha. “Dulu kelas 4 sudah pernah praktik jualan. Tapi nggak balik modal, nah sekarang saya mau ajak anak-anak berfikir tentang konsep wirausaha,” jelas Bunda Sawitri.

Bunda dari siswi Cleoni ini mengajak siswa praktik untuk melakukan survei hingga menyusun bussiness plan. Beliau juga ajarkan siswa belajar menghitung modal, infaq, pajak, sampai keuntungan.

Kelas 5-C menghadirkan Bunda Lia sang pemilik usaha barber shop. Beliau menjelaskan tentang 4P yang terdiri atas product, price, place promotion. Product adalah sesuatu yang dapat dijual oleh sebuah perusahaan baik itu barang atau jasa.

Price harga yang harus dikeluarkan konsumen untuk membeli produk. Place lokasi berjualan, fisik pabrik, gudang, media sosial, marketplace, dll. Sedangkan promotion bagaimana cara memperkenalkan barang.

Bunda dari Rasyqa siswa 5-C ini mengenalkan alat-alat yang dibutuhkan untuk usaha jasa potong rambut. Seperti brush, spray, sisir, gunting, alat cukur, dan sebagainya. Bunda Lia yang juga seorang dosen ini mengajak salah satu siswa untuk bermain peran. Anugerah dengan percaya diri maju ke depan kelas memerankan sebagai customer. “Aku mau cukuur,” serunya girang. (Erfin)

RELATED ARTICLES

Most Popular