Saturday, May 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYPenulis 90 Lebih Buku Anak ini Ngajari Anak Mudipat Menulis

Penulis 90 Lebih Buku Anak ini Ngajari Anak Mudipat Menulis

MUDIPAT.CO – “Kalau mau menjadi penulis harus suka membaca. Kalian Suka membaca nggak? Suka! Hebat!”

Itulah prolog Nindia Nurmayasari atau lebih akrab dipanggil Kak Maya, seorang penulis buku anak gramedia, story teller juga founder Klub Literasi Anak saat mengisi Pelatihan menulis Cerpen Berkualitas di SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya, Jum’at (26/1/2024).

Kegiatan yang bertema semangat berliterasi untuk menggapai prestasi itu berlangsung di Auditorium The Millennium Building (TMB) lantai 4 Mudipat, diikuti oleh 90 siswa perwakilan kelas 2 hingga 6. Acara dirangkai dengan peluncuran 25 buah buku karya siswa dan guru Mudipat.

Penulis asli arek Suroboyo yang kini berdomisili di Jember itu selain memberi pesan kepada seluruh peserta pelatihan juga memulai kegiatan kepenulisan dengan meminta seluruh peserta untuk memejamkan mata. Lalu siswa diminta berimajinasi mengenai tokoh yang akan dijadikan figur dalam cerita, lalu peserta diminta menghidupkan tokoh yang sudah dipilihnya dengan menuangkan watak dan menulis alur ceritanya.

“Tokoh kita harus mudah diingat. Punya ciri khas yang melekat di hati pembaca,” ucap Kak Maya.

Selesai membuat tokoh, lalu kak Maya mengajak peserta untuk menemukan ide cerita. Katanya, untuk menemukan ide cerita sangat mudah karena ide itu ada di sekitar kita.

“Caranya banyak membaca buku, mendengar cerita teman kita, melamun, dan boleh jalan-jalan. Kalau sudah nemu ide langsung tulis,” kata Penulis 90 Lebih Buku Anak di Gramedia ini.

Di akhir sesi, Kak Maya mengajak semua peserta untuk menulis cerita hasil imajinasinya dan menyempurnakan hasil karya cerita pendek (cerpen) tersebut. Karya tersebut akan dijadikan sebuah buku yang berkesan oleh tim literasi Mudipat.Salah satu peserta pelatihan menulis, Cleva, kelas 6-D berharap karyanya bisa menghibur dan menginspirasi pembaca. Dia juga ingin kelak bisa punya buku sendiri.

“Aku suka menulis karena terinspirasi dari penulis-penulis hebat. Aku berharap karyaku bisa dibaca banyak orang dan suatu hari aku bisa berdiri di depan panggung untuk memamerkan tulisanku,” terangnya.

Sama dengan Cleva, Bumi (3-H) pun mengaku suka membaca dan menulis. Dia sangat menyukai melihat sekitar yang dekat dengannya termasuk tanaman di pekarangan rumahnya.

“Kalau aku sekarang menulis karangan yang berjudul kehidupan tumbuhan, karena mamaku suka tumbuhan, di rumahku banyak tumbuhan,” ujar Bumi lantas tersenyum. (Bella/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular