Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYTraining Service Excellent Pegawai Mudipat, Ternyata Begini Tugas-Tugasnya

Training Service Excellent Pegawai Mudipat, Ternyata Begini Tugas-Tugasnya

MUDIPAT.CO – Training dan Uji Kompetensi Service Excellent (pelayanan prima) untuk pimpinan, guru, dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) dimulai Senin (3/7/2023). Acara berlangsung hingga Rabu (5/7/2023) di Auditorium The Millennium Building (TMB) SD Mudipat.

Kegiatan terselenggara berkat kerja sama Mudipat dengan PT Probest, Lembaga Pelatihan Profesional. Hadir menjadi narasumber, Meriana Candra Kurniasari SPd MPd (CEO Probest) dan para trainer: Sahid Sumitro MM, Dimas Adyan A. BIT SKom MM, dan Mastuti Aksa SIP MIKom.

Trainer Dimas Adyan menyampaikan keberhasilan lembaga kita dipengaruhi kita sendiri. Menurutnya penyedia jasa harus totalitas memberi pelayanan prima kepada pelanggan.

“Biasakan hal positif dari hidup kita menjadi kebiasaan. Karena keberhasilan kita dan perusahaan ditentukan oleh sikap atau attitude dari bapak ibu sendiri.” katanya.

Dikatakan, pelayanan sangat berdampak pada kesetiaan pelanggan. Jika penyedia layanan memberi pelayanan baik, pasti berdampak panjang bagi pelanggan. Juga berlaku sebaliknya.

“Kalau perusahaan berkesan baik pasti menciptakan pelanggan setia. Jika bukan oleh orang yang sama yang membantu ayah ibu, tapi pasti dilakukan oleh orang lain dalam kebaikan yang berbeda. Costumer bukan orang yang harus kita ajak adu kecerdasan tapi mereka harus kita perlakuan secara baik,” ujar Direktur HRD Indonesia itu.

Trainer lainnya Mastuti Aksa mengatakan, prinsip pelayanan adalah kita harus sepenuh hati melayani manusia dengan harapan Allah yang membalas kebaikan kita. Melayani sepenuh hati harus selesai dengan diri sendiri dulu dan dengan urusan sesama rekan kerja.

“Saat di rumah pelanggan kita pasangan dan anak-anak kita, saat di kantor, teman kerja kita adalah pelanggan kita. Maka selalulah melakukan yang terbaik yang prima buat semua orang yang kita temui,” katanya.

Penyedia jasa harus punya ikon, katanya. Minimal 3 R. Rapi Resik Rajin. Rajin artinya cekatan luwes. Dalam pelayanan jasa kenyamanan pelanggan harus prioritas. Makanya penyedia jasa harus selalu bersikap membuat nyaman pelanggan.

“Nyaman. Kalau saya senyum enak? Ini kita dalam jasa adalah hal yang tak bisa dipegang. Hanya bisa dirasakan. Tapi tak bisa disentuh. Itulah jasa. Kita harus membuat nyaman pelanggan. Nyaman hanya bisa dirasakan sulit diterjemahkan. Buatlah setiap orang ketergantungan dengan kita,” terang CEO ATMA Inovasion itu.

Dia mengatakan pelayanan harus cepat dan sesuai dengan standar. Dalam pelayanan komunikasi menunjukkan kualitas seseorang. Pada kesempatan itu dia berbagi pengalaman sewaktu kerja di Jepang dia melihat banyak sudut ruangan di Jepang ditempeli kata bijak: Bergosiplah maka kamu akan difitnah, kerjakan pekerjaanmu maka kamu akan berhasil.

“Di Jepang hampir tak ada orang bergosip. Mereka pandai menggunakan waktu. Mereka percaya Harakiri, tapi kalau mereka sudah menyangkut harga diri biasanya memilih akan mengakhiri hidup. Mereka tidak mau malu, lebih baik mati,” kisahnya.

Sementara itu Sahid Sumitro memompa semangat peserta. Bahwa pelayanan prima harus dimulai dari diri sendiri. Pikiran positif akan memberikan dampak baik salam kehidupan.

“Dalam pengasuhan anak di rumah kita akan mendapatkan anak menjadi peniru orang tuanya. Kalau mau anak kita hebat maka kita orang tuanya harus selangkah lebih hebat dari mereka,” katanya.

Sahid menyampaikan kita harus menjadi karyawan bintang bukan karyawan biasa saja. Yakni menikmati perubahan, menjalani prosesnya, menunjukkan kepedulian, dan mencintai pekerjaan.

“Ini prinsip menjadi karyawan bintang yang dicintai oleh atasan, bawahan, dicintai sesama. Semua harus dilakukan dengan selesaikan persoalan internal kita. Kalau internal kita selesai, MasyaAllah energi kita akan menjadi bintang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pelatihan Pelayanan Prima bersertifikat Badan Nasional Standar Pelayanan Republik Indonesia (BNSP RI) itu diikuti 62 peserta Mudipat dan 20 peserta dari sekolah luar SD Mudipat. Yakni MIM 5 Surabaya, MIM 25 Surabaya, SDM 11 Surabaya, SMPM 5 Surabaya, SMPM 15 Surabaya, dan peserta terjauh dari MIM 1 Kota Probolinggo.

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Sugeng Purwanto dan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel Surabaya Ah. Zaini MPd. Pelatihan ini akan berakhir dengan uji kompetensi. Yakni peserta akan mengikuti serangkaian test untuk mendapatkan sertifikat pelayanan prima dari BNSP RI. (Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular