Monday, May 20, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYSempurnakan Kegiatan Sekolah, Mudipat Gelar Iktikaf-Penyerahan THR Bakda Kultum Subuh

Sempurnakan Kegiatan Sekolah, Mudipat Gelar Iktikaf-Penyerahan THR Bakda Kultum Subuh

MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) menggelar kegiatan pamungkas di Ramadhan 1444 H. Mulai Rapat Anggota Tahunan Koperasi AsySyam, Bukan Puasa Bersama dengan guru Ekskul Sabtu, 15 April 2023 dilanjutkan dengan shalat taraweh Iktikaf, shalat subuh berjamaah, kultum bakda subuh, dan terakhir penyerahan Tunjangan Hari Raya (THR), Ahad (16 April 2023).

Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya Ust. Edy Susanto MPd mengungkapkan syukur dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh guru dan karyawan Mudipat yang kompak dan terus bersemangat menyukseskan banyak kegiatan sekolah. Dia berdoa semoga rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan menjadi ladang pahala dan mendapatkan ridha dari Allah swt.

“Setelah ini libur, selamat mudik ustadz ustadzah, Semoga THRnya bermanfaat. Sampaikan salam takzim untuk keluarga tercinta. Kami mohon maaf lahir dan batin,” uangkapnya.

Sementara itu, kultum bakda Subuh disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya M. Zayin Chudori di Masjid KH Ahmad Dahlan Mudipat. Disampaikan bahwa muslim harus menjadikan doa setelah iktiyar sebagai paket untuk memohon dan bertawakkal kepada Allah swt.

“Ada riwayat begini: Ada tiga orang pemuda di padang pasir ingin berteduh lalu menemukan gua. Namun pintu gua kecil. Hanya pas untuk orang masuk. Setelah masuk 3 orang tadi tiba-tiba ada batu runtuh ukuran besar dan menutup pintu gua tersebut,” kisahnya.

Selanjutnya, mereka terjebak di dalam gua. Mereka berfikir celaka. Karena tak bisa mengangkat batu itu. Masalahnya lagi tak akan ada orang yang tahu ada mereka di dalam gua. Mereka berfikir tak ada yang bisa menolongnya. Mereka akhirnya berdoa. Tapi setiap berdoa harus mengungkapkan pengalaman kebaikan besar yang telah dilakukan.

“Orang pertama mulai mengutarakan kebaikan besar yang dilakukan. Ya Allah katanya, saya punya kebaikan. Saya punya orang tua dan saya selalu mengabdi kepada kedua orangtua saya. Saya jadikan mengabdi sebagai ibadah kepada Allah.” kisahnya.

Tiap hari saya mencari air susu untuk mereka. Suatu hari saya mencari susu ternyata sampai larut malam. Saya kembali orangtua saya sudah tertidur. Saya menunggunya sampai orangtua saya bangun. Anak saya bahkan sampai menangis minta susu itu tapi saya tidak memberi.

“Harus orangtua saya dulu yang minum. Lalu saat subuh bangunlah si orang tua dan susu itu diberikan. Ya Allah jika amal sholih itu baik mohon bukalah batu besar yang menutup pintu gua tersebut. Akhirnya batu itu bergeser sendiri. Tidak banyak. Masih belum bisa dilewati.” lanjutnya.

Lalu orang kedua berdoa juga. Ya Allah saya pernah berbuat baik. Pernah suatu ketika ada wanita cantik mau memi jam uang lalu saya ajak bersetubuh lalu akan saya bayar tapi perempuan itu tak mau karena itu perbuatan tercela. Dan saya akhirnya sadar maka saya memberinya uang dengan ikhlas karena dia butuh meskipun dia menolak saya berbuat dosa. Jika itu suatu kebaikan mohon bukalah bati besar itu ya Allah. Maka terbukalah sedikit. Batu hanya terbuka separuh.

“Kini giliran orang ketiga berdoa. Ya Allah saya dulu punya perusahaan. Dulu saya punya anak buah yang resign. Namun sebelum keluar dia punya 1 kali gaji yang belum diambil. Maka gaji itu saya kembangkan menjadi berlipat/besar. Setelah beberapa bulan si anak buah ini bilang belum sempat ngambil gaji. Sekarang mau ngambil. Saya bilang silakan ambil 10 kambing itu semua milikmu.” terangnya.

Tapi gaji saya kalau diuangkan hanya 1 kambing. Iya benar. Tapi saya menganggap gajimu kamu titipkan saya lalu saya jadikan kambing. Jadi semua itu milikmu. Pemuda ini tertegun karena bosnya me jaga amanah dan tak mengambil sepeserpen. Ya Allah jika itu suatu kebaikan maka bantulah kami bukalah batu besar itu. Maka benar terbuka batu besar itu. Mereka lolos.

“Kesimpulannya doa adalah perbuatan yang mulai yang penting. Dan pendoa yang ditolong Allah dia yang senantiasa melakukan banyak perbuatan baik sebelum-sebelumnya.” pungkas Dosen UINSA Surabaya itu. (Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular