Raker Sekolah Ramah Anak: Siap Laksanakan Sebaik-baiknya

77

MUDIPAT.CO – Untuk pertama kalinya SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) melakukan rapat kerja terkait program sekolah ramah anak, Senin (23/1/2023). Kegiatan ini menindaklanjuti dari surat keputusan Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang menunjuk Mudipat sebagai sekolah ramah anak.

Kepala Sekolah, Edy Susanto, M.Pd mengucapkan apresiasi sekolah ramah anak ini merupakan kebanggaan tersendiri, sebab tidak semua sekolah Muhammadiyah ditunjuk menjadi sekolah ramah anak. Menurutnya, sesungguhnya Mudipat sudah melakukan program sekolah ramah anak. “Hanya, kita perlu mengumpulkan dokumen untuk kelengkapan asesmen,” ujarnya.

Dalam sambutanya ia menyampaikan Mudipat bagian dari Muhammadiyah, dimana pendidikan Muhammadiyah itu membebaskan, memajukan (selalu dinamis, mengikuti perubahan), dan memberdayakan (kolektif kolegial, melibatkan semua secara optimal).

Hal ini menurut Ustadz Edy selaras dengan program ramah anak. Dimana sekolah ramah anak itu pelayanannya sifatnya personal, minimal wali kelas tahu nama siswa, tahu gaya belajar. “Selanjutnya, sekolah ramah anak itu harus memberi kenyamanan, keamanan, ramah, bersih, dan sehat,” terang ayah dua anak itu.

Selain itu, sekolah membiasakan salam, salim, senyum, sopan, dan santun. Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah empati dan peduli, mengembangkan potensi siswa, dan melayani anak dalam bidang lifeskill. “Ini sudah diwadahi dalam kegiatan 36 ekstrakurikuler,” ungkapnya.

Selanjutnya, aspek penting dari sekolah ramah anak adalah pengembangan diri, termasuk komunikasi sehingga keterampilan bahasa ditingkatkan, menjamin terjadinya iklim yg positif, kultur sekolah, tidak ada bullying maupun kekerasan fisik. “Tugas kita selanjutnya adalah mensosialisasikan, memahamkan, dan melaksanakan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Ia pun berharap dalam raker ini program bisa dirampungkan sebagai acuan sekolah ramah anak. Dalam raker ini, terdapat empat bidang, yakni bidang pengawasan pelaksanaan pembelajaran yang ramah anak, bidang pengawasan pendidikan dan lingkungan, bidang koordinasi dan sosialisasi, dan bidang monitoring dan evaluasi. (Azizah)