Ada Peserta dari Madiun, Ada yang Dapat “Tiket” Umroh

75

MUDIPAT.CO – Workshop Ecoprint Basic with Mirror Technic yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 4 Surabaya sungguh istimewa. Diadakan di Taman Flora Bratang Surabaya, Sabtu (21/1/2023).

Kegiatan diikuti siswa dari unsur kelas 1- 6. Workshop ecoprint ini merupakan kegiatan dari ektra designer club. Anak-anak datang ke Taman Flora dengan sangat antusias dan bergembira mengikuti workshop.

Ketua Panitia Ustadzah Panca Indrayani SPd mengatakan, Workshop tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produk ramah lingkungan dengan menggelar ecoprint tehnik mirror dan pounding. Ecoprint adalah tehnik mencetak dan mewarnai sesuatu dengan bahan alam berbasis tumbuhan. Ecoprint bukan batik, klau batik mengandung malam.

“Tepat pukul 08.00 peserta workshop berkumpul di aula Taman Flora mendengarkan pengarahan wakil kepala sekolah Ustadzah Aliyatuz Zakiyah SSi SPd. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ecoprint ini berbahan utama dedaunan dan bunga yang ada di sekitar kita. Ustadzah Aliya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja, anak-anak bisa melanjutkan dengan ikut ektra designer club,” terang Ustadzah Yani.

Sebelum kegiatan dimulai anak-anak diberi penjelasan tehnik ecoprint basic tehnik mirror oleh tim Arafa dan Kalpataru Ecoprint. Pertama kain sebelum diproses akan dimordan dulu (merendam kain dengan campuran air hangat, tawas, dan cuka).

Kedua lantai diberi alas dengan warpping, kain dibentangkan dan dibagi jadi dua, satu kain dilipat kecil-kecil sampai ke atas, nah, baru 1 kain yang tidak dilipat ditata macam-macam daun sesuai kreatifitas masing-masing. Selanjutnya buka kain yang dilipat kecil untuk menutupi kain yang sudah ditempeli daun.

Ketiga letakkan wrapping. Kemudian diinjak-injak agar daun menempel pada kain dan digulung dengan erat menggunakan selang yang dalamnya diisi kayu terlebih dahulu, lalu dilakban.

Keempat ambil kayu dalam selang tadi dan dimasukkan dandang untuk dikukus, proses pengukusan butuh waktu 2 jam. Setelah kukus buka yang menutupi kain tadi biarkan 3-4 hari,
baru cuci dengan sampo.

“Setelah penjelasan materi tentang ecoprint selesai. Setiap siswa diberi kain ukuran 65 x 115 cm dan macam-macam daun untuk praktek dan mencoba langsung ecoprint tehnik mirror,” jelasnya.

Syifa peserta dari kelas 3F megaku sangat senang ikut workshop ini. Dia bersemangat mengikuti langkah demi langkah saat workshop. “Kainku akan ku tata banyak daun biar keren,” ujarnya.

Lain lagi dengan peserta satu ini. Yakni Githa peserta dari  MIN 1 Madiun. Peserta ini sangat spesial karena merupakan satu-satunya dari luar Mudipat.

“Aku juga senang Ustadzah, kalau ada workshop seperti lagi aku ikut,” kata Githa semringah.

Hampir 1,5 jam lebih siswa menata daun sampai  penggulungan kain, setelah selesai semua lanjut ke proses pengukusan. Sambil menunggu pengukusan siswa makan siang.

Selain tehnik mirror siswa juga dikenalkan dengan ecoprint tehnik pounding cara pengerjaannya kain (yang sudah dimordan) ditempeli daun-daun lalu dipukul dengan palu,karena semangatnya. Tiba-tiba ada yang hilang: “Ustadzah paluku putus,” kata Cialo dengan wajah polosnya.

Sebelum acara usai siswa diberi 5 doorprise yang bisa menjawab pertanyaan tentang workshop ecoprint. Alya kelas 5D dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Akhirnya diberi hadiah istimewa oleh Kaur Kesiswaan ustadz Fuad SFilI. “Ini hadiah tiket umroh buat kamu,” guyon Ustadz Fuad lantas Alya tersenyum. (Panca/Mul)