Barakallah! “Dokter Hewan” dan “Dokter Gigi” Ini Juara 1 dan Juara 3 Lomba Menulis Tingkat Nasional

128

MUDIPAT.CO – Salut dan bangga, dua siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional bidang literasi. Yakni Misha Syifaul Hafidzah (III-I) Juara 1 dan Raden Roro Khaira Zahra F. (III-E) Juara 3, pada Lomba Menulis Cerita 750 Kata Tingkat Nasional, diselenggarakan oleh LPPM Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 28 Oktober 2022.

Misha sejak kelas 1 memang sudah langganan juara di lomba itu. Kelas 2 tahun lalu pun karyanya berhasil meraih juara. Putri dari Nur Rahmat Hidayat dan Elsyea Adia Tunggadewi itu memang tak perlu diragukan soal kemampuan menulisnya. “Aku menyukai menulis sejak kelas 1. Aku suka menulis karena seru dan senang karena menulis bisa mengungkapkan isi hati,” ucap Misha yang bercita-cita menjadi dokter hewan itu.

Dara kelahiran Jombang, 28 September 2014 ini mengatakan menulis banyak manfaatnya. Selain mengungkap isi hati dan menghibur pembaca, menulis juga harus menginspirasi. Karenanya ia berpesan agar dalam menulis harus baik.”Menurutku menulis yang baik adalah membuat cerita yang bisa menghibur pembaca dengan cerita yang membuat orang yang membaca bahagia,” katanya.

Terakhir, Misha memberi kesan terhadap sekolahnya: SD Muhammadiyah 4 Surabaya. “Saya bahagia bersekolah di Mudipat karena sekolahnya bagus dan gurunya sabar dan ramah,” kesan anak sulung dua bersaudara itu.

Raden Khaira Juara 3

Sementara itu, Raden Roro Khaira bersyukur dan berterima kasih atas dukungan kedua orang tuanya, gurunya, dan teman-temannya, sehingga dia meraih prestasi juara 3 di lomba menulis ini. Putri dari Raden Okky Murdani PA dan Shella Fiorentina itu berharap prestasinya terus lebih baik dan bermanfaat.

“Aku menyukai menulis sejak kelas 3 ini. Aku suka menulis cerita karena seru dengan menulis bagiku bisa mengabadikan kegiatan sehari-hari, juga bisa mengungkapkan isi hati,” ungkap Khaira.

Dara kelahiran Surabaya, 28 Desember 2013 mengatakan, semua siswa sudah seharusnya suka literasi. Yaitu membaca buku dan menulis. Menulis yang sederhana saja. Kejadian sehari-hari. “Tapi membuat cerita sehari-hari yang bisa membuat orang lain atau pembaca bahagia kalau membaca tulisan kita,” terang Khaira yang bercita-cita menjadi dokter gigi itu.

Khaira menambahkan, supaya teman-teman sebayanya mau dan suka menulis cerita, lebih-lebih bisa meraih juara, maka harus sering menulis. “Menulis jangan terlalu panjang, yang penting selalu berlatih menulis. Aku bahagia karena di Mudipat aku diajari banyak hal, termasuk menulis. Di sini pendidikannya bagus dan gurunya ramah-ramah,” pungkas anak sulung tiga bersaudara itu. (mul)