Wednesday, July 17, 2024
spot_imgspot_img
HomeBINA AKHLAK ANANDABuka PIK Kelas V-VI Putra, Ustadz Edi Purnomo Mengajak Lisan Kita Selalu...

Buka PIK Kelas V-VI Putra, Ustadz Edi Purnomo Mengajak Lisan Kita Selalu Ingat Kepada Allah

MUDIPAT.CO-Tujuan Pemantapan Iman dan Keislaman (PIK) diantaranya adalah membetulkan tata cara shalat. Dibetulkan tata cara itu bagian dari kesopanan, kesantunan kita ketika berkomunikasi dengan Allah, dengan pejabat saja ada etika apalagi dengan Allah. Shalat itu juga harus ditata kesantunannya, ibaratnya shalat itu sarana komunikasi kita dengan Allah, diatur tata caranya, diatur kesantunannya agar komunikasi kita dengan Allah terasa asyik.

Demikian disampaikan Ustadz Edi Purnomo, Wakil Kepala Sekolah (Kepsek) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau Mudipat saat membuka dan memotivasi peserta Pemantapan Iman dan Keislaman (PIK) kelas V dan VI putra di Hall The Ahmad Dahlan Plaza atau ADP, Sabtu (15/10/2022).

Tidak saja memperbaiki tata cara wudhu dan shalat, lanjut Ustadz Edi Purnomo, tetapi juga perilaku-perilaku yang lain. Rasulullah berpesan kepada kita agar meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

“Misalnya handphone atau hp, gunakan hp sebijak mungkin untuk komunikasi, bukan dipakai untuk hal-hal yang lain, apalagi menonton sesuatu yang tidak bagus, tidak pantas. Kalau kamu tetap menggunakan hp dengan tidak bijak, menonton sesuatu yang tidak pantas, berarti kamu sudah melanggar ketentuan Allah, melanggar ketentuan Rasul, dan melanggar perintah orang tua. Sudah melakukan tiga pelanggaran,” terangnya.

Ustadz Edi Purnomo menandaskan ketika siswa meminta dibelikan gadget maka harus bisa tanggungjawab terhadap penggunaan gadget itu. “Kamu minta dibelikan gadget kepada orang tuamu untuk komunikasi, tetapi kemudian kamu gunakan untuk menonton hal-hal yang tidak pantas, bahkan mengajak teman-temannya, itu dosanya malah lebih berat. Maka peranan PIK ini menjadi sangat penting untuk mengikis hal-hal seperti itu. Ini sisi keislaman,” tandasnya.

“Setelah menegakkan keimanan dengan memperbaiki tata cara hubungan kita dengan Allah, maka keislaman kita diperbaiki dengan cara meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat,” katanya.

Lebih lanjut ustadz Edi Purnomo mengatakan contoh lain sesuatu yang tidak manfaat yang harus ditinggalkan adalah bicara yang tidak pantas. “Omong sak omong kudu ditata dijaga, karena omongan itu menunjukkan kapasitas dari keimanan kita kepada Allah dan hari akhir,” katanya.

“Kanjeng Nabi dawuh kepada kita man kana yu’minu billahi wal yaumil akhir fal yaqul khairann au liyashmut, yang artinya siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam,” paparnya.

“Maka acara PIK ini ikhtiar untuk memperbaiki pola-pola perilaku dan tata cara ibadah agar kalian menjadi pribadi yang utuh. Lisan kalian selalu ingat kepada Allah, sehingga ucapannya itu adalah kalimatan thayyibah,” ujarnya. (Anang)

RELATED ARTICLES

Most Popular