Wednesday, April 24, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYKita Masuk Surga bukan karena Shalat Kita, Tapi karena Ini...

Kita Masuk Surga bukan karena Shalat Kita, Tapi karena Ini…

Liputan Muhimmatul Azizah, Pemred Arba’a.

MUDIPAT.CO – Marilah para jamaah sekalian agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah, minimal mengucap Alhamdulillah. Itulah kalimat pembuka yang disampaikan Ustadz Dr. M. Sholihin, S.A, MPSDM pada kajian tafsir kali ini, Jumat (14/10/2022). Mengapa kita harus bersyukur? Menurutnya, sebab Allah sudah memberikan nikmat yang begitu banyak pada kita semua. Nikmat itu antara lain nikmat iman, islam, sehat, rizki, dan usia.

Dihadapan seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Ustadaz Sholihin kemudian melanjutkan kajian tafsir dengan mengupas Surat Al Maidah ayat 9. “Ayat 9 ini singkat tapi maknanya sangat dalam,” ungkapnya.

Selanjutnya ia membackan bunyi ayat 9 sekaligus terjemahannya. Ia menjelaskan dari ayat tersebut bahwa janji Allah itu pasti. Apa yang pasti diberikan oleh Allah? Menurutnya, Allah akan memberi ampunan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh.

“Kita masuk surga bukan karena shalat kita, bukan karena haji kita, bukan karena ibadah kita. Tapi karena ampunan Allah,”tegasnya.

Ia melanjutkan dengan menceritakan seorang pelacur yang masuk ke dalam sumur mengambil air untuk menolong seekor anjing. Karena Allah ridho kepadanya, maka ia mendapat pengampunan dari Allah.

Oleh karena itu sebagai manusia menurutnya, harus banyak mengucap istighfar, sebab manusia mudah berbuat dosa, termasuk menjaga iman. Ia kemudian menyebut ada empat dosa yang bisa menggugurkan iman, yaitu syirik, takhayul, bidah, khurafat.

Ia juga mengungkapkan terkadang tanpa sadar kalimat kita mengandung unsur syirik. Seperti kalimat, ‘kamu tadi jika tidak aku tolong pasti mati akan ketabrak mobil.’

Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits menurut Ustdaz Sholihin mengajak pada kita untuk selalu memperbarui iman kita. Jaddidu imaanakum, perbaharui iman kalian. Qiila yaa rasulallah, wa kaifa nujaddidu imaananaa? Yaa rasulallah bagaimana kami memperbaruhi iman kami? Tanya para sahabat. Aktsiru min qouli laa ilaaha illallah, Beliau bersabda, “Perbanyaklah mengucap laa ilaaha illallah.”

Ustadz Sholihin juga menambahkan iman itu meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan menunjukkan atau membuktikan dengan perbuatan: tashdiqun bil qalbi wa iqrarun billisani wa amalun bil arkani.

Apa yang kita yakini dari Allah? Ia melanjutkan ada tiga cara meyakini Allah. Pertama, meyakini Allah sebagai satu-satunya Tuhan kita. “Tidak ada Tuhan selain Allah, laa ilaaha illallah. Jangan menyembah atau bersandar selain Allah,” tegasnya.

Kedua, meyakini Allah sebagai penolong kita. Laa haula wa laa quwwata illa billah, Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata. Ketiga, meyakini Allah mempunyai sifat-sifat dan asmaul husna. Sifat Allah antara lain wujud, qidam, baqa’ dan seterusnya. Sementara asmaul husna jumlahnya ada 99, mulai ar Rahman, ar Rahim, al malik dan seterusnya.

Editor Mulyanto

RELATED ARTICLES

Most Popular