Wednesday, April 24, 2024
spot_imgspot_img
HomeBINA AKHLAK ANANDANabi Muhammad Teladan Sejati

Nabi Muhammad Teladan Sejati

Mudipat.co-Suatu hari ketika Rasulullah berjalan dengan berpakaian bagus dan rapi pergi ke masjid untuk shalat, lalu di tengah jalan beliau dicegat dan dihina dengan oleh seorang Yahudi atas perintah orang-orang kafir. Tidak hanya itu, Rasulullah juga diludahi oleh seorang Yahudi itu. Meskipun begitu beliau tidak marah, tidak membalas, dan tidak dendam kepada orang Yahudi itu.

Demikian disampaikan Pengkisah Kak Erin dari Persaudaraan Pengkisah Muslim Indonesia (PPMI) di hadapan siswa-siswi kelas 5 pada acara Berkisah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (3/10/2022) di Hall The Ahmad Dahlan Plaza (ADP).

Lebih lanjut Kak Erin menceritakan betapa mulianya akhlaq Rasulullah. “Setelah kejadian Rasulullah dihina dan diludahi oleh seorang Yahudi itu, beberapa hari kemudian beliau melewati jalan itu lagi menuju masjid untuk shalat. Tetapi Rasulullah tidak menemukan orang Yahudi itu, selesai shalat lalu beliau mencari informasi kemana perginya orang Yahudi itu,” jelasnya.

Kak Erin melanjutkan Rasulullah mendapat informasi dari salah seorang sahabat bahwa orang Yahudi itu sedang sakit di rumahnya. “Setelah mendapat informasi bahwa orang Yahudi itu sakit, Rasulullah bergegas pergi ke rumah orang Yahudi itu dengan membawa makanan,” katanya.

“Setelah sampai di depan rumah, betapa kagetnya orang Yahudi itu,  kemudian mempersilakan Rasulullah masuk,” katanya.

Tujuan Rasulullah datang ke rumah orang Yahudi itu, Kak Erin melanjutkan, adalah untuk silaturahim, padahal orang Yahudi itu pernah menghina beliau. Betapa mulianya akhlaq Rasulullah.

Kak Erin mengatakan pernah suatu ketika Rasulullah sedang berjalan, di tengah jalan, beliau bertemu seorang anak kecil sedang menangis. Anak kecil itu menangis karena ayahnya meninggal saat sedang berperang melawan orang-orang kafir bersama Rasulullah. “Sudahlah, kamu tidak usah menangis, anggap saya sebagai ayahmu, panggil aku ayah, anak kecil itu sangat senang, karena Rasulullah bersedia menjadi ayahnya,” kata Kak Erin.

“Sungguh sayangnya Rasulullah kepada anak yatim. Rasulullah kepada anak yatim itu bagaikan jari telunjuk dan jari tengah yang artinya sangat dekat berdampingan sampai di surga,” tandasnya.

Rasulullah itu memiliki sifat-sifat baik yang harus kita teladani, yaitu sidiq artinya jujur, amanah artinya dapat dipercaya, tabliq artinya menyampaikan, dan fathanah yang berarti cerdas. (Anang)

RELATED ARTICLES

Most Popular