Kyai Ini Menjelaskan Mata Dhohir, Mata Batin, dan Mata Kaki

62

Kyai Ini Menjelaskan Mata Dhohir, Mata Batin, dan Mata Kaki, Liputan Muhimmatul Azizah.

MUDIPAT.CO – Kajian tafsir rutin yang diasuh oleh Dr. H. M. Sholihin, S.Ag., MPSD kali ini mengupas Surat Al Maidah ayat 6, Jumat (9/9/2022). Sejak pukul 06.30 WIB semua guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) memasuki Masjid KH. Ahmad Dahlan untuk menyimak kajian tafsir ini.

Dengan lancar Ustadz Sholihin, panggilan akrabnya membacakan bunyi ayat ke-6 dari Surat Al Maidah dilanjutkan dengan terjemahannya. Selanjutnya ia menegaskan perintah yang terdapat pada ayat tersebut ditujukan pada orang-orang beriman.Perintah apakah itu? Ia menjelaskan jika hendak melaksanakn shalat, maka harus berwudhu. “Wudhu dapat dilakukan dengan basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa manusia memiliki tiga mata, yaitu mata dhahir. Mata yang dapat melihat ayat-ayat kauniyah, bisa membedakan yang benar dan salah. Kedua, mata hati, yaitu berkaitan dengan nurani. Jika hati seseorang baik, maka semakin dekat kepada Allah.

Ketiga, mata kaki. Mata kaki ini akan merekam apa yang kita lakukan. Pada hari kiamat mereka akan bersaksi tentang apa yang kita lakukan.Pada ayat berikutnya, Ustadz Sholihin menjabarkan jika hendak shalat dan dalam keadaan junub maka harus mandi (mandi besar), dan apabila sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, maka boleh bertayamum.

“Tayamum dapat dilakukan menggunakan tanah yang baik (bersih) atau debu, dengan cara sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu,” terangnya.Tak lupa ia juga mengaitkan penjelasan ayat ini dengan ayat-ayat sebelumnya. Menurutnya, jika ayat-ayat sebelumya menjelaskan tentang halal-haram mengapa ayat ke-6 ini menjelaskan wudhu. “Apa hubunganya?” ia bertanya.

Ia kemudian menjelaskan sebab wudhu bisa menghapus dosa, membersihkan dosa. Secara sadar ataupun tidak, manusia banyak berbuat dosa. “Mengapa anggota badan yang dibersihkan saat wudhu, seperti tangan, muka, mulut, telinga, dan kaki? Karena anggota badan inilah sumber-sumber kita berbuat dosa,” jelasnya.

Pada akhir ayat, menurut Ustadz Sholihin wudhu bertujuan menyempurnakan nikmat Allah. Kenapa? Sebab wudhu banyak manfaatnya. “Bukan hanya membersihkan fisik manusia, namun juga membersihkan dosa. Umat-umat sebelum nabi Muhammad, jika mereka berbuat dosa maka Allah langsung menurunkan adzab. Namun kita sebagai umat Nabi Muhammad diberi kesempatan untuk bertaubat, diberi kesempatan untuk membersihkan dosa-dosa yang sudah kita lakukan. Inilah nikmat yang besar, maka patutlah kita bersyukur atas nikmat ini. ” terangnya.

Editor Mulyanto