Mudipat Gelar ToT Kesehatan Mulut-Gigi Gandeng FKG Unair

136
Ibu Beta Novia Rizky, drg., M.Si. sedang presentasi tentang menjaga kesehatan mulut dan gigi. (erfin/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG UNAIR) mengadakan Training of Trainer (ToT) Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut. Kegiatan diselenggarakan Sabtu pagi (6/8/2022) di Auditorium Prof Din Syamsuddin The Millennium Building (TMB) Mudipat)

Target penyuluhan gigi ini adalah untuk pengimbasan pada seribu siswa Mudipat. Karenanya tim dokter gigi FKG UNAIR memberikan pembekalan materi kesehatan gigi dan mulut pada 45 wali kelas II-VI Mudipat.

Ibu Dini Setyowati, drg., MPH, Ph.D yang menggawangi acara ini menyampaikan bahwa kegiatan ini bekerjasama dengan Fédération Dentaire Internationale (FDI), Forum Dokter Gigi Indonesia (FDGI), dan FKG Unair dan disponsori oleh Pepsodent. Dokter gigi yang juga wali murid Mudipat ini pada kesempatannya menyampaikan latarbelakang program ini.

“Masalah gigi berlubang seringkali diremehkan di negeri ini. Padahal masalah gigi ini sangat berdampak pada pemenuhan gizi anak sampai masalah sosial dan psikologi anak,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa tahun 2030 FDI memiliki target Indonesia bebas karies gigi. Maka sejak saat inilah dimulai program-program penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.

Ustadz Edy Susanto MPd, Kepala SD Mudipat pada sambutan ToT mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap guru-guru Mudipat juga ikut serta menyukseskan program kesehatan gigi dan mulut tersebut.

“Saya dari kecil sampai sekarang pakai Pepsodent. Alhamdulillah meski dari desa, keluarga saya disiplin menggosok gigi. Berkat menjaga gigi dengan baik, gigi saya masih baik. Ini buktinya,” ungkap ayah dua anak itu sembari memamerkan gigi bersihnya disambut tawa hadirin.

Dental Treatment is not expensive, delay is. Sesungguhnya perawatan gigi itu tidak mahal, menunda perawatanlah yang membuatnya mahal.

Ibu Beta Novia Rizky, drg., M.Si. memulai presentasinya dengan kalimat di atas. “Sebenarnya kalau gigi dirawat sejak dini, kita tidak perlu mengeluarkan banyak dana untuk merawat gigi kita. Yang membuat mahal adalah kelalaian kita merawat gigi sehingga harus sering ke dokter gigi karena tidak dirawat.”

Lulusan FKG UNAIR ini menjelaskan tentang macam-macam penyakit gigi dan gusi serta tanda-tandanya. Ia pun memberikan contoh gigi yang sehat beserta ciri-cirinya. Setelah itu, ia memperagakan cara sikat gigi yang baik. “Bukan horizontal ya, bapak ibu. Menyikat gigi harus dengan cara vertikal atas-bawah. Dari gusi ke gigi, dari merah ke putih,” jelasnya.

Di akhir sesi, dua perwakilan guru bertugas mendemonstrasikan cara berpresentasi pada siswa di depan seluruh peserta. Seluruh wali kelas II-VI pun siap menjadi trainer gigi pekan selanjutnya. Bye-bye karies gigi! (Erfin)