MUDIPAT.CO – Perhelatan penting pemecahan Rekor MURI Robotika dan peluncuran beberapa produk dan fasilitas baru sekolah yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) berlangsung khidmat dan meriah, Sabtu (19 Maret 2022). Bertempat di Auditorium Din Syamsuddin The Millenium Building (TMB), acara ini dimeriahkan dengan penampilan beberapa ekstrakurikuler, yakni musikalisasi puisi, atraksi Tapak Suci Putera Muhammadiyah, tari Remo, atraksi para pemanah cilik Mudipat, dan atraksi robotika.
Dalam atraksi panahan, tiga pemanah cilik Mudipat sekali tarik langsung berhasil memanah target. Tiga pemanah tersebut adalah Tanaya Reswara Putri (VI-G), Zilvanna Chelsea (VI-G), dan Airell Higashi T. (VI-G). Airell mendapat tugas memanah pertama dengan dua target, yaitu balon yang jika dipanah akan terbuka tulisan selamat datang Tim MURI di Kampus Mudipat dan Selamat & Sukses launching Logo baru.

Selanjutnya Zilvanna mendapat giliran yang kedua dengan dua target, yaitu memanah balon yang jika dipanah akan terbuka tulisan Selamat & Sukses launching bus Trans Mudipat dan Selamat & Sukses launching buku Episentrum Berkemajuan dan buku-buku karya guru dan siswa. Sedangkan Tanaya mendapat giliran ketiga dengan memanah dua target, yaitu balon yang jika dipanah akan terbuka tulisan Selamat & Sukses launching Mudipat Resource Planning System (MRP) dan Selamat & Sukses launching studio music Rockfour.
Selanjutnya Airell mendapat tugas memanah lagi dengan target balon yang jika dipanah akan terbuka tulisan Selamat & Sukses pemecahan rekor MURI Robotika dan Launchig bus sekolah, studio music, buku, MPR, logo baru pada jarak 20 meter dan ketinggian 15 meter.
Airell mengatakan untuk persipan hari ini ia hanya latihan sehari selama satu jam. Sedangkan target hari ini paling tinggi selama ia ikut panahan. Sebelum memanah, saat persipan ia mengatakan sempat deg degan. Tapi saat sudah pegang panah dan memanah tidak lagi.

Tak ketinggalan petugas dirigen dan pembaca ayat suci Al Quran juga dari siswa. Dialah Queeneisha Raniah Ghaida (V-D) yang memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars SD Mudipat dengan percaya diri. Padahal ini adalah pengalaman pertama baginya. Ia mengatakan sangat gerogi sebelum naik panggung, namun saat di atas panggung sudah tidak lagi, malah merasa terharu dan senang.
Queen, panggilan kesehariannya mengatakan hanya Latihan selama dua hari dengan M. Sjamsu Hudaja, Guru SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda). Selain itu, ia juga Latihan sendiri di rumah supaya terbiasa. “Aku kira jadi dirigen itu gampang, ternyata sulit juga,” ungkapnya.
Menurutnya, selain harus menetahui Gerakan, juga harus hafal lagu biar mengetahui temponya. “Yang lebih penting tidak boleh gerogi supaya tidak salah,” ucapnya. Ia merasa lega karena dapat menunaikan tugas dengan baik. “Semoga kedepan jika ditunjuk menjadi dirigen sudah tidak gerogi lagi, karena sudah terbiasa,” ujarnya.
Tidak kalah hebohnya dengan siswa yang bertugas membaca ayat suci Al quran. Ia juga merasa sangat gerogi. Dialah Khayla Ryenka A. (IV-C). Meski dengan suara yang tidak begitu keras, namun ia berhasil dengan khidmat membacakan Surat Ar Rahman ayat 1-13.
Saat turun dari panggung, Khayla-panggilan kesehariannya merasa masih deg degan. Ia memang hanya latihan dengan Ustadz Lukman Nuryadin sekali untuk persiapan tampil. “Kemarin-kemarin sudah bisa, cuma untuk tampil hari ini latihan sekali,” ungkapnya.
Namun ia juga mengatakan beberapa kali Latihan sendiri di rumah. Meski begitu, ia tetap kurang percaya diri. “Semoga kedepan lebih percaya diri lagi dan bacaan Al Qurannya lebih bagus lagi,” harapnya. (Azizah)


