Wednesday, July 17, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYGado-Gado dari Paris Kado Naik Kelas

Gado-Gado dari Paris Kado Naik Kelas

MUDIPAT.CO – Kelas 5-B SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) benar-benar keren. Kelas asuhan sang guru Tazkiyatun Nafsi el-Hawa itu mengakhiri kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun pelajaran 2019-2020 dengan meluncurkan sebuah buku, berjudul Gado-Gado dari Paris.

Buku antologi karya siswa setebal 254 halaman itu kemudian diluncurkan secara virtual, Kamis (18/6/2020). Buku itu adalah kolase imaji ‘Kamis Menulis’ dan Belajar dari Rumah (BDR) selama pandemi Covid-19.

Buku tersebut terdiri dari tiga bagian besar. Yaitu bagian pertama cerpen karakter yang edukatif, bagian kedua adalah pantun, dan bagian ketiga adalah tantangan menulis one day one paragraph yang berisi puisi, surat, dan angan-angan.

Tazkiyah el-Hawa, nama pena Tazkiyatun Nafsi el-Hawa mengatakan, situasi pandemi Covid-19 memang merusak tatanan kemapanan dalam segala aspek, termasuk dalam dunia pendidikan. Namun, itu tidak menyurutkan langkahnya dan 39 siswanya untuk terus semangat belajar.

“Kami malah makin ‘dekat’ dengan anak meski secara daring. Makin sering ‘bertemu’ dan mencairkan rindu yang beku. Kami teruskan program setiap Kamis Menulis, alhamdulillah kini karya anak-anak telah jadi buku,” terang Tazkiyah.

Suasana peluncuran buku Gado-gado dari Paris secara virtual. (mul/mudipat.co)

Saat peluncuran buku tersebut, ibu dua anak itu mengatakan buku Gado-Gado dari Paris ini adalah fenomena langka. Apalagi dikerjakan dalam situasi pandemi yang memaksa pembelajaran dilakukan jarak jauh.

“Namun anak-anakku, perlu kalian renungkan. Anggaplah ini kado kenaikan kelas untuk kita semua. Ibu berharap semoga buku ini berguna. Jadi teman baik kalian dan kelak kalau kalian sudah dewasa kalian akan mengenang bahwa kalian pernah menulis sebuah buku di saat ada wabah virus mematikan,” tutur perempuan kelahiran Lamongan 7 September 1982 itu.

Sementara itu di layar monitor para peserta yang merupakan siswa siswi 5-B tampak antusias dengan peluncuran buku itu. Satu sama lainnya saling sapa dan sanjung tentang hasil karyanya.

Suasana peluncuran buku Gado-gado dari Paris secara virtual. (mul/mudipat.co)

Kaniza Zaira Fareiba Laitupa, salah satu penulis, mengaku bangga dan bahagia karyanya telah menjadi buku. Dia berharap ke depan dia bisa menulis secara solo. Dara 21 April 2009 itu merasa punya ide dan siap dituangkan. “Mohon bimbingannya Bu, mohon doanya teman-teman,” katanya.

Kaniza pada buku tersebut menulis cerpen Kemandirian Vina. Berkisah seorang anak anak gadis bernama Vina yang berkarakter sempurna. Baik, ramah, dan pintar. Vina tumbuh dewasa dan sukses menjadi dokter dan punya klinik sendiri. Vina memberi pelajaran berharga, bahwa kemalasan tidak akan membawa kesuksesan sedangkan rajin dan mandiri akan mengatarkan pada kesuksesan.

“Makanya janganlah kita menjadi pemalas. Patuhi perintah orang tua dan tetap semangat meraih cita-cita kalian.” pungkas anak kedua, tiga bersaudara itu. (mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular