Wednesday, April 24, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYDinobatkan Juara I, Majalah Arba'a Mudipat Raih Rekor Baru ME Awards

Dinobatkan Juara I, Majalah Arba’a Mudipat Raih Rekor Baru ME Awards

MUDIPAT.CO – Kerja keras tim majalah Arba’a membuahkan hasil manis. Setelah berkali-kali ikut Lomba di ME Awards dan meraih juara 2, kini majalah SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) itu naik peringkat menjadi juara 1 dalam ME Awards 2019 di UMM, Sabtu (21/9/2019).

Majalah Arba’a mampu mengeliminasi 19 majalah sekolah dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK Muhammadiyah se-Jawa Timur. Setelah Majalah Arba’a (SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya) di podium Juara 1, duduk di podium Juara 2 Majalah Inspirasi (SMA Muhammadiyah 1 Gresik), di podium Juara 3: Majalah Al Qalam (SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo).

Beberapa tahun lalu memang sudah pernah meraih juara pertama. Namun, beberapa tahun terakhir, Arba’a hanya mampu bertengger di urutan ke-2. Prestasi ini tentulah tidak diraih secara tiba-tiba. Setiap edisi majalah ini terus berbenah. Mulai cover, isi, layout, hingga yang tidak kalah penting adalah editing.

Meski tidak bisa dimungkiri, masih banyak juga kekurangan. Terlebih, setiap tahun staf redaksi juga berganti. Saat berada di hadapan dewan juri, Nadjib Hamid, Novita Utami (kepala departemen humas yang juga pemimpin redaksi lama) dan saya (pemimpin redaksi baru) sempat kerepotan menjawab pertanyaan yang ia lontarkan. Selain sebagai pemred yang baru, saat pengerjaan edisi ini saya tidak terlibat secara penuh.

“Apa yang berubah, dalam artian yang lebih baik dalam majalah Arba’a dari tahun yang lalu?” tanyanya. Sontak kami saling berpandangan lebih dulu sebelum menjawab. Sebab, menurut kami, tidak ada perubahan yang signifikan. Kami hanya melakukan perbaikan yang dianggap perlu. Lantas, dari setiap rubrik kami kerjakan lebih detail dan teliti.

Pak Nadjib, sapaan akrabnya, pun memberikan banyak masukan. Mulai cover hingga keseluruhan isi majalah. Termasuk judul majalah yang masih terlalu panjang, opini yang terlalu banyak, dan masih dijumpai foto yang kurang sesuai.

“Judul majalah itu simpel saja, paling banyak 4-5 kata. Juga untuk foto, kalau bukan foto profil, ya ndak usah besar-besar,” ujar wakil ketua PWM Jatim itu memberikan sebagian masukannya.

Namun, secara umum ia mengatakan sangat mengapresiasi majalah ini yang dari tahun ke tahun ada peningkatan yang lebih baik. Khususnya keterlibatan guru dan siswa yang semakin banyak.

“Sudah semakin baik ya, semakin banyak yang terlibat dalam majalah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya M. Syaikhul Islam juga ikut bersyukur atas pencapaian ini. Menurut dia, prestasi ini adalah buah kerja seluruh tim.

“Kami sangat bersyukur Arba’a, majalah kebanggaaan sekolah kita, berhasil menyabet juara 1. Ini merupakan kerja keras seluruh kru yang diiringi semangat idealisme dan profesionalisme demi menghasilkan majalah yang berkualitas,” ucap pria yang juga menjabat pemred Klikmu tersebut.

Pria asal Bojonegoro itu juga berpesan agar tim Arba’a tidak berpuas diri dan selalu memberikan nilai lebih kepada para pembaca.

“Terus tingkatkan kapasitas jurnalistik dan memiliki jiwa perfeksionis dalam menghadirkan setiap edisi. Supaya Arba’a semakin diminati dan dinanti kehadirannya,” pesannya.

Tak lupa ia juga mohon maaf apabila selama ini terlalu cerewet dalam memberikan arahan dan bimbingan. “Itu salah satu usaha kami agar tim Arba’a bekerja lebih maksimal dan profesional,” ujarnya.

Syaikhul berharap ke depan Arba’a sebagai media cetak tidak hanya survive di tengah gempuran berita online. “Oleh karena itu, majalah ini harus mampu mengambil hati para pembacanya. Mudah-mudahan Arba’a akan terus menjadi kebanggaan bagi semuanya,” harapnya. (Azizah/mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular