Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYAda-Ada Saja! Makmum Shalat Lail Me-request Surat Pendek dan Pertanyakan Siapa Bilalnya?

Ada-Ada Saja! Makmum Shalat Lail Me-request Surat Pendek dan Pertanyakan Siapa Bilalnya?

MUDIPAT.CO – Darul Arqam (DA) Kelas III SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) berjalan lancar dan sukses. Seluruh siswa mengikuti acara dengan baik. Siswa tampak berbahagia mengikuti acara ini sejak Rabu (22/5/2019) hingga menginap pada Kamis malam (23/5/2019).

Hanya saja ada sedikit kelucuan yang terjadi saat pelaksanaan shalat Isya’ dan tarawih di Masjid KH Ahmad Dahlan Mudipat. Di mana sang imam shalat Ustadz Sudir harus menahan tawa lantaran para jama’ah yang persis di shaf belakang sang imam “me-request” agar surat yang dibaca imam jangan panjang. Selain itu para siswa itu mempertanyaan siapa bilal pada shalat tarawih kala itu?

“Kalian tidak usah ngatur-ngatur imam. Sudah nggak usah ada bilal. Terus kalian kalau mengucapkan ‘amin’ jangan keras-keras dan panjang, yang sedang-sedang saja,” ujar Ustadz Sudir saat hendak memulai shalat Tarawih.

Namun keriuhan sejenak muncul. Ada yang di antara mereka saling menjawab: ‘Muhammadiyah tidak pakai itu (bilal)’, ‘Shalatnya 11’, dan semacamnya. Sehingga para ustadz ustadzah pendamping berdehem agar siswa kembali tenang. Akhirnya shalat berjalan lancar dan khidmat hingga akhir shalat witir.

Usai shalat lail, seluruh siswa mengikuti rangkaian akhir acara DA. Yaitu mendengarkan kultim (kuliah tiga menit) dari perwakilan siswa dilanjutkan dengan tadarus. Tadarus dipandu oleh Ustadzah Laila dengan membaca bersama-sama Qur’an Surat Al-Mulk.

Ustad Sudir usai shalat lail pada mudipat.co menyampaikan, bacaan ketika hendak memulai Shalat Tarawih dengan dipandu seorang bilal yang kemudian disambut para makmum dengan berjama’ah dan suara keras itu tidak ada panduannya di Muhammadiyah.

“Jadi kami tidak menggunakan cara seperti itu. Iya yang ucapan: Assolatattarawih fii syahri ramadhan rohimakumullah dan seterusnya itu, tidak ada panduannya,” jelas wali kelas III-F itu.

Namun, lanjutnya, bukan berarti yang begitu tidak benar. Mungkin dianggap sebagai sesuatu yang baik dan sunnah. Ya silahkan saja lakukan.

“Meskipun hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat. Kami tidak menemukan ada dalil atau landasan hukumnya,” tandasnya. (mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular