Wednesday, April 24, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYSyiar Ramadhan Mudipat, Satukan Negeri Damaikan Indonesia

Syiar Ramadhan Mudipat, Satukan Negeri Damaikan Indonesia

MUDIPAT.CO – Marhaban ya Ramadhan, bulan Ramadhan kurang enam hari lagi. Menyambut bulan penuh ampunan tersebut, SD Muhammadiyah 4 Pucang-Surabaya (Mudipat) mengadakan kegiatan syiar Ramadhan, Selasa (30/4/2019). Kegiatan ini berlangsung di depan sekolah dan dikuiti oleh perwakilan kelas lima.

Dengan mengambil tema ”Ramadhan Satukan Negeri Damaikan Indonesia”, kegiatan ini sangat pas dengan kondisi bangsa Indonesia pasca pemilu. Momentum bulan suci diharapkan semua elemen bangsa Indonesia kembali damai dan bersatu.

Siswa yang mengikuti kegiatan ini memakai busana adat seluruh Indonesia. Hal ini menggambarkan bahwa budaya Indonesia itu beranekaragam. Semuanya bisa hidup saling berdampingan dan toleransi.

Kepala Departemen Al Islam dan Kemuhammadiyahan (Kadep AIK) Mudipat, Mukhlisin MPdI mengatakan bahwa syiar Ramadhan ini adalah sarana dakwah dan himbauan kepada khalayak luas bahwa Ramadhan sudah di ujung mata. “Syiar sebagai sarana dakwah, memberitahu masyarakat umum bahwa sebentar lagi akan datang bulan Ramadhan. Selain itu mengajak juga masyarakat untuk bersiap menyambut bulan suci dengan penuh gembira,” ujarnya.

Syiar Ramadhan tersebut diawali dengan pidato bahasa Indonesia, Jepang, dan Arab bertema perdamaian yang disampaikan perwakilan siswa. “Mengingat Indonesia sedang panas dengan isu pilpres, juga Sri Lanka dengan isu pengeboman beberapa hari lalu,” ungkap Muklisin.

Selain itu juga dibagikan jadwal imsakiyah Ramadhan dan bunga sebagai simbol cinta dan damai. Acara ini juga dimeriahkan dengan orasi tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab dan Jepang. Hal ini menggambarakan bahwa negara Indonesia adalah bagian dari negara dunia. Terakhir diisi dengan musikalisasi puisi yang dibawakan Yatalatof Hadid-Kelas 5-E dan kawan-kawan.
Dengan tema “Kembali Memutih”, musikalisasi ini semakin menarik pengguna jalan. Tampak beberapa mobil dan sepeda, bukan hanya melambatkan kendaraan mereka namun juga berhenti sejenak untuk melihat penampilan anak-anak. Dengan penuh penghayatan Hadid-panggilan akrabnya bernyanyi dan membacakan puisi hingga acara ini usai. (Azizah/Erfin)

RELATED ARTICLES

Most Popular