Wednesday, July 17, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYSiswa Mudipat Unjuk Bakat di Student Art Performance 2019

Siswa Mudipat Unjuk Bakat di Student Art Performance 2019

MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya menggelar Student Art Performance atau Pentas Seni di halaman sekolah pada Selasa (30/4/2019). Pada acara itu siswa-siswa memakai baju adat atau baju sesuai cita-cita yang diinginkan.

Siswa Mudipat, julukan sekolah ini, antusias mengikuti acara itu. Beberapa hari sebelum acara, mereka berlatih penuh semangat, ketika tampil makin antusias, semangat, dan percaya diri. Seperti yang dituturkan oleh Faticha Farah. Siswi kelas 2 B itu bersama teman-temannya menampilkan seni gamelan. “Saya dan teman-teman latihan selama empat hari, meskipun capek tapi senang bisa tampil dilihat orang banyak,” kata Faticha senang.

Tidak mau kalah dengan ekstrakurikuler yang lain, ekstrakurikuler Robotika juga unjuk kebolehan. Meskipun tidak tampil di atas panggung tapi mereka unjuk kebolehan dengan membuka stand. Di tempat itu mereka memamerkan robot tas pemijat dan robot pemotong sayur.

“Ini adalah robot pemotong sayur karya saya bersama teman-teman. Robot ini telah menjuara lomba robot nasional,” ujar Fakhri Damar kelas VI-B sambil menunjukkan robotnya.

Tidak ketinggalan, ekstrakurikuler Baseball juga membuka stand. “Kali ini Baseball membuka stand, kami ingin mengenalkan baseball kepada siswa karena di Indonesia olahraga ini kurang populer dibandingkan dengan sepak bola. Di kancah nasional Baseball Mudipat telah meraih prestasi,” ujar Romli Rosyidi, guru olahraga

Sementara ekstrakurikuler Dokter Cilik yang pada Pentas Seni tahun-tahun sebelumnya membuka stand, kali ini tampil di atas panggung.

“Pentas Seni kali ini, Dokter Cilik menampilkan tarian 6 Langkah Cuci Tangan, alhamdulillah meskipun latihannya sebentar anak-anak tadi bagus tampilannya,” ujar Dwi Hariyanto, pembina ekstrakurikuler Dokter Cilik.

Dalam pembukaan acara, Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, M. Syaikhul Islam mengatakan, Pentas Seni merupakan ajang unjuk bakat siswa. Sekolah memberi apresiasi pada siswa atas bakat yang mereka miliki. Semua ekstrakurikuler tampil di sini. Ada band bocah, gamelan, tahfidzul quran, nasyid, teater, tapak suci, robotika, hizbul wathan, panahan dan masih banyak lagi.

Pria asal Bojonegoro itu melanjutkan, siswa Mudipat harus hebat dan pinter tapi itu saja tidak cukup. Siswa Mudipat harus punya akhlak dan hati yang Islami.

“Siswa Mudipat harus hebat, pinter, shalatnya tidak bolong-bolong, rajin baca Alquran. Hebat, pinter tapi shalatnya bolong-bolong tidak ada gunanya,” katanya. (Anang)

RELATED ARTICLES

Most Popular