Monday, May 20, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYMudipat Diajari Kesiapsiagaan Bencana Alam dan Bencana Sosial oleh Dua Kakak Cerdas...

Mudipat Diajari Kesiapsiagaan Bencana Alam dan Bencana Sosial oleh Dua Kakak Cerdas Cantik

MUDIPAT.CO – Sejak November hingga Februari mendatang SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) akan bertemu dua Kakak Cerdas dari Sekolah Cerdas. Para perwakilan siswa saban pekannya dapat belajar tentang kesiapsiagaan bencana bersama Sekolah Cerdas.

Siswa Mudipat tampak asyik mendapatkan kelas Sekolah Cerdas itu di Auditorium TMB, Selasa (15/1). Sebab mereka dapat belajar siaga dan tanggap dari risiko bencana alam dan bencana sosial.

Sebagai informasi, Sekolah Cerdas merupakan program yang diinisiasi oleh Peace Generation Indonesia, MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centre) pusat, serta Lazismu (Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah) pusat pada tahun 2017. Sekolah Cerdas menerjunkan Kakak Cerdas yang merupakan fasilitator program Sekolah Cerdas itu.

“Kami mengajarkan kesiapsiagaan bencana alam seperti bagaimana berlindung saat gempa, saat darurat, dan semacamanya,” ucap Anna desliani, salah satu Kakak Cerdas.

Ditambahkan, tidak hanya bencana alam saja, siswa Mudipat dikokohkan dengan pemahaman dan penanggulangan bencana sosial.

“Seperti bagaimana mengatasi perilaku bullying, perundungan, pelecehan, dan bencana sosial yang lain,” tambah Anna yang berasal dari Kalimantan itu.

Kakak Cerdas lainnya Maitsa Putri Shafa mengungkapkan, selama berkeliling Indonesia menjadi relawan Kakak Cerdas pihaknya membawa niat mulia untuk membawa kebaikan. Dia juga berbekal 12 nilai dasar perdamaian yang diajarkan ke para siswa atau sekolah sasaran.

Di dalam buku Peace Generation karya Erik Lincoln (USA) dan Irfan Amalee (INA) dituliskan 12 nilai dasar perdamaian. Kedua belas nilai dasar perdamaian itu adalah: Menerima diri (proud to be me); Prasangka (no suspicion no prejudice); Perbedaan etnis (different culture but still friends); Perbedaan agama (different faiths but not enemies); Perbedaan jenis kelamin (male and female both are human); dan Perbedaan status ekonomi (rich but not proud, poor but not embarrassed).

Selain itu ada nilai Perbedaan kelompok atau geng (gentlemen don’t need to be gangsters); Keanekaragaman (the beauty of diversity); Konflik (conflict can help you grow); Menolak kekerasan (use your brain not your brawn); Mengakui kesalahan (not too proud to admit mistakes); dan Memberi maaf (don’t be stingy when forgiving others).

“Pada prinsipnya kami ingin menebar kebermanfaatan yang banyak,” tukas dara asli Bandung itu. (mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular